Anggota Tim Gubernur Anies Dipastikan 73 Orang

Nur Azizah    •    Selasa, 05 Dec 2017 11:02 WIB
tim gubernur anies-sandi
Anggota Tim Gubernur Anies Dipastikan 73 Orang
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan - Medcom.id/Nur Azizah.

Jakarta: Anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) sudah dipastikan berjumlah 73 orang. Jumlah tersebut dituangkan dalam Pergub TGUPP Nomor 187 tahun 2017.

Di Bab IV Pasal 7 pergub baru itu disebutkan formasi TGUPP terdiri dari lima bidang yang masing-masing memiliki ketua dan wakil. Kelima bidang itu ialah bidang pengelolaan pesisir, bidang ekonomi dan lapangan kerja, bidang harmonisasi regulasi, bidang pencegahan korupsi, dan bidang percepatan pembangunan.

Empat bidang akan diisi masing-masing tujuh orang. Sementara satu bidang, yakni percepatan pembangunan, bakal diisi 45 orang.

Pada Pasal 8 dijelaskan tugas masing-masing bidang. Ketua TGUPP bertugas mengoordinasikan pelaksanaan tugas TGUPP dan berkoordinasi dengan tokoh, pemerhati, ahli, perangkat daerah, serta instansi pemerintah/swasta dan/atau masyarakat dalam pelaksanaan tugas dan fungsi TGUPP.

Sementara tugas lima bidang lainnya adalah melaksanakan pengkajian dan analisis kebijakan gubernur dan wakil gubernur dalam pengelolaan pesisir,  memberikan pertimbangan, saran, masukan dan penyusunan, serta pelaksanaan kebijakan gubernur dan wagub.

"Lalu melaksanakan pemantauan dan evaluasi, serta menerima dan menampung masukan dari masyarakat," bunyi Pergub tersebut.

Sebanyak 73 orang itu akan diisi oleh PNS dan tenaga profesional. Namun, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan belum mau buka suara orang-orang yang masuk ke dalam tim.  

Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto sempat menyambangi Balai Kota Jakarta Kamis, 30 November 2017. Bambang datang bersama Koordinator Nasional Asosiasi LBH APIK Indonesia Nursyahbani Katjasungkana.

Bambang mengatakan kedatangannya ke Balai Kota untuk berkoordinasi dengan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno soal pemberantasan korupsi. Ia mengaku tidak ada pembicaraan lain.

"Ngobrol biasa bagaimana pencegahan korupsi," kata Bambang di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis, 30 November 2017.

Saat disinggung soal tawaran masuk ke dalam tim gubernur di bidang pemberantasan korupsi, Bambang lebih memilih diam. Dia mengaku tak tahu soal itu.

"Enggak ada. Belum tahu, baru ngobrol pencegahan korupsi, saya kan punya kompetensi itu," ungkap dia. 




(REN)