Sandi Tak Mau Berspekulasi soal Usulan Kemendagri

Faisal Abdalla    •    Selasa, 05 Dec 2017 12:59 WIB
kisruh apbd dki jakartaapbd dki 2018tim gubernur anies-sandi
Sandi Tak Mau Berspekulasi soal Usulan Kemendagri
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Foto: MTVN/Faisal Abdalla.

Jakarta: Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno enggan banyak berkomentar terhadap usulan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tentang Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP). Tim yang menelan anggaran hingga Rp28,5 miliar itu dianggap tak efisien. 

"Ya kita tidak mau berspekulasi, kewenangannya ada di Kemendagri. Kita tunggu saja dan tidak mau suudzon kita mau husnudzon," kata Sandi di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa, 5 Desember 2017. 

Sandi menilai jumlah TGUPP yang beranggotakan 73 orang sudah sesuai dengan program-program Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI. Meski begitu, Sandi terbuka dan siap menerima apa pun keputusan Kemendagri nantinya. 

"Anggaran TGUPP menurut kami sudah sesuai 73 orang dan ini untuk memastikan juga bisa men-deliver program-program kita," ujar Sandi. 

Dia pun enggan menanggapi kemungkinan Kemendagri merekomendasikan pengurangan jumlah anggota TGUPP. Sandi hanya menunggu keputusan resmi Kemendagri.

"Kita tunggu prosesnya, kita beri ruang dan kehormatan pada Kemendagri untuk melakukan review," ujar Sandiaga. 

Baca: Pergub Baru TGUPP Keluar

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menilai TGUPP bukan bagian dari program strategis Pemprov DKI. Dengan begitu, Tjahjo menganggap anggaran TGUPP tak perlu masuk APBD DKI 2018.

"Menurut saya, (TGUPP) itu bukan program strategis," kata Tjahjo

Meski begitu, Tjahjo tak suudzon dengan TGUPP. Tjahjo menyarankan, jika TGUPP bersifat prioritas, perlu diakomodasi dengan beberapa syarat seperti merasionalisasi jumlah anggotanya. 

"Kalau tidak terpisahkan silakan saja, kita harus fair. Semua kan terbuka, asal rasional," kata Tjahjo.



(OGI)

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

4 hours Ago

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) berpendapat hilangnya sejumlah nama politisi yang seb…

BERITA LAINNYA