Anies Masih Pikir-pikir Relokasi Warga Bantaran Sungai

Whisnu Mardiansyah    •    Rabu, 15 Nov 2017 19:02 WIB
normalisasi sungai
Anies Masih Pikir-pikir Relokasi Warga Bantaran Sungai
Normalisasi kali pesanggrahan - MI/Galih Pradipta

Jakarta: Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC) menyampaikan, relokasi hunian bantaran sungai mutlak dilakukan demi memperlancar proyek normalisasi. Namun, Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan masih menimbang-nimbang soal itu.

"Hunian bantaran sungai dilihat situasinya. Bukan rencana (relokasi) lihat situasinya dulu," kata Anies sebelum rapat paripurna DPRD di Balai Kota, Jalan Medan Selatan, Rabu 15 November 2017.

Anies menyebut, saat ini untuk pengendalian banjir, pihaknya fokus melakukan pengerukan dan pendalaman sungai. Petugas dan operator alat berat bertugas 24 jam mengeruk sungai mengingat musim penghujan yang telah tiba.

(Baca juga: BWSCC: Relokasi Hunian Bantaran Kali Wajib Dilakukan)

Untuk pendalaman sungai, Anies sendiri menyadari banyaknya hunian di sepanjang bantaran sungai menyulitkan alat berat beroperasi. Ruang gerak alat berat terbatas dengan lebar sungai yang menyempit dihimpit bangunan hunian warga.

"Praktik-praktik pembangunan di sekitar kanan kiri sungai yang sangat mengganggu aliran sungai kalau kita keruk persis tembok disampingnya bisa runtuh," kata dia.

Berbeda dengan Anies yang khawatir pada tembok warga, Kepala BWSCC Jarot Widyoko mengatakan apapun alasan bangunan di sepanjang sungai jelas sebuah pelanggaran.

"Nanti kita lihat (relokasi) sekarang pendalaman dulu," ucap dia.

(Baca juga: Kali Pesanggrahan Mendangkal)
 


(REN)