Operasional Rusunawa Rawa Buaya Menunggu Aturan Retribusi

Muhammad Al Hasan    •    Sabtu, 14 Apr 2018 21:42 WIB
rusunawarusun
Operasional Rusunawa Rawa Buaya Menunggu Aturan Retribusi
Rusun Rawa Buaya. Foto: Medcom.id/Intan Yunelia.

Jakarta: Rumah susun sewa (rusunawa) Rawa Buaya masih belum bisa dihuni. Musababnya, hingga kini belum ada aturan terkait operasional rusunawa, termasuk peraturan soal tarif.

Kepala Unit Pengelola Rusun Rawa Buaya Sarjoko mengatakan, bukan hanya di Rawa Buaya, rusunawa lain seperti KS Tubun dan Penjaringan juga belum bisa dihuni.

"Sebagaimana rusunawa baru di wilayah DKI Jakarta memang belum ada yang tahap penghunian. Karena masih menunggu penetapan tarifnya," kata Sarjoko kepada Medcom.id, Sabtu, 14 April 2018. 

Sementara itu, Pelaksana harian (Plh) Kepala Suku Dinas Perumahan Jakarta Barat Yaya Mulyarso menjelaskan, sejatinya ada dua tipe aturan retribusi rusunawa. Pertama rusunawa berbentuk blok (rusun dengan maksimal lima lantai), kemudian tower (lebih dari lima lantai). Saat ini, aturan yang ada baru mengatur rusunawa yang berbentuk blok, yakni menggunakan Perda DKI Jakarta Nomor 3 Tahun 2012. 

Dengan begitu, operasional rusunawa yang berbentuk tower ini, kata Yaya, masih menunggu peraturan gubernur DKI Jakarta. "Jadi kita masih menunggu (instruksi) dari gubernur," kata Yaya. 

Rusunawa Rawa Buaya merupakan proyek untuk lahan hunian, juga sebagai lokasi binaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kini, sudah dua tower siap huni, dan tiga tower lainnya sedang tahap pembangunan.

Unit di Rusun Rawabuaya memiliki tipe 36 dengan dua kamar, satu ruang tamu, satu dapur, dan satu kamar mandi. Ada juga fasilitas lift untuk menunjang mobilitas penghuni.

Lantai satu dan dua diperuntukan bagi lapak pedagang. Lantai tiga, terdapat unit-unit khusus ruko yang masih kosong. 

Pantauan Medcom.id, Sabtu, 14 April 2018,  dua lantai di tower satu dan dua rusunawa Rawa Buaya hanya diisi pedagang sayur yang beraktivitas sejak sore hingga pagi. Tampak pula sejumlah pekerja bangunan masih bekerja merampungkan tower tiga, empat, dan lima rusunawa Rawa Buaya.


(AGA)