Keluarga Pasien Vaksin Palsu Gugat RS Elisabeth Rp50 Miliar

Fauzan Hilal    •    Kamis, 06 Oct 2016 10:14 WIB
pemalsuan vaksin
Keluarga Pasien Vaksin Palsu Gugat RS Elisabeth Rp50 Miliar
Balita terpaksa di vaksinasi ulang karena diindikasikan menjadi korban vaksin palsu. Foto: Antara/Eko Suwarso

Metrotvnews.com, Bekasi: 12 keluarga pasien Rumah Sakit St Elisabeth Bekasi, Jawa Barat, mengajukan ganti rugi materi dan imateri sebesar Rp50 miliar. Mereka merasa dirugikan anaknya menjadi korban penggunaan vaksin palsu.
 
"Kami resmi mendaftarkan gugatan perdata kasus penggunaan vaksin palsu di Pengadilan Negeri Bekasi dengan tergugat sebanyak delapan pihak," kata kuasa hukum keluarga pasien, Hudson Markiano Hutapea, seperti dikutip Antara.
 
Delapan pihak yang digugat adalah Yayasan RS St Elisabeth, CV Azka Medical selaku distributor vaksin palsu, Dokter Antonius Yudianto selaku Direktur Utama RS St Elisabeth, Dokter St Elisabeth Bekasi Fianna Heronique, Dokter St Elisabeth Bekasi Abdul Haris Thayeb, Kementerian Kesehatan, Kepala Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
 
Hudson mengatakan, total ganti rugi tersebut diajukan pihaknya dengan rincian kerugian imateri Rp50 miliar sebagai kompensasi asuransi kesehatan selama pasien hidup, dan tambahan kerugian materi Rp50 juta berdasarkan biaya pelayanan vaksinasi yang ditanggung orang tua.
 
"Kami sudah cek laboratorium, 12 anak yang kita advokasi ini tidak memiliki kekebalan tubuh akibat vaksin pendiacel. Vaksin yang disuntikan pihak RS St Elisabeth Bekasi ternyata palsu. Otomatis harus ada kompensasi asuransi selama anak itu hidup dari efek samping vaksin palsu yang sewaktu-waktu
muncul," ujarnya.
 
Ia mengungkapkan, dari total 125 pasien yang terkontaminasi vaksin palsu di RS St Elisabeth Bekasi, hanya sepuluh yang mengajukan gugatan di tambah dua keluarga pasien dari rumah sakit lain. Selama menjalani pelayanan vaksin di rumah sakit tersebut, orang tua bayi menghabiskan uang hingga Rp50 juta.


 
Siap Hadapi Gugatan
 
Kuasa Hukum RS St Elisabeth Bekasi, Azaz Tigor Nainggolan mengaku siap menghadapi gugatan itu. "Kami siap menghadapi gugatan keluarga para pasien yang terpapar vaksin
palsu di rumah sakit kami," kata Tigor.
 
Menurut dia, polemik vaksin palsu ini memnag lebih baik diselesaikan melalui jalur hukum.
"Lebih bagus diselesaikan di pengadilan, apapun putusan pengadilan harus dipatuhi semua pihak," ujar Tigor.
 
Menurut dia, penyelesaian persoalan kasus vaksin palsu melalui argumentasi dikhawatirkan menimbulkan tindakan anarkistis.
 
"Karena masing-masing pihak saling mengklaim sebagai pihak yang benar. Mencari keadilan ya di pengadilan, bukan membuat pengadilan sendiri. Makanya kami mendukung penyelesaian diselesaikan di pengadilan," kata Tigor.
 
Tigor mengungkapkan , berdasarkan data RS St Elisabeth, ada sekitar 125 bayi yang terkontaminasi vaksin palsu. Pihaknya bersama Kementerian Kesehatan sudah melakukan
vaksinasi ulang.
 
"Pasien tersebut sudah diundang oleh Satgas Vaksin Palsu Kementrian Kesehatan untuk vaksin ulang. Hanya saja, tak semua bersedia vaksin ulang," ujar Tigor.




(FZN)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

1 day Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA