Pemprov DKI Diminta Beri Solusi untuk Karyawan Bersepeda Motor

Lis Pratiwi    •    Kamis, 10 Aug 2017 06:15 WIB
pembatasan sepeda motor
Pemprov DKI Diminta Beri Solusi untuk Karyawan Bersepeda Motor
Pengendara sepeda motor melintas di Protokol Thamrin Jakarta. Antara//Wahyu Putro A

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengelola gedung Mayapada Tower II, Yahya mengaku mendukung rencana pemerintah provinsi DKI Jakarta melarang motor masuk sepanjang jalan Sudirman mulai bundaran Hotel Indonesia (HI) hingga Sudirman, asalkan pemprov memberi solusi bagi karyawan yang menggunakan sepeda motor.

"Dari kami tidak terlihat keberatan secara khusus karena kami punya back door, jadi kendaraan bisa keluar masuk lewat sana selama larangannya berlaku," kata Yahya, building manager Mayapada Tower II saat ditemui Metrotvnews.com di Jakarta, Rabu 9 Agustus 2017.

Kendati demikian, Yahya mengaku tetap khawatir dengan karyawan perusahaan yang menyewa kantor di gedungnya. Pasalnya, mayoritas dari mereka menggunakan sepeda motor sebagai kendaraan utama.

"Positif dengan kebijakan pemerintah tapi secara pribadi kami juga kasihan dengan tenant-tenant kami, mau lewat mana, ya terpaksa lewat belakang," imbuhnya.

Hal serupa dingkapkan, building manager Sona Topas Tower, Rio Wardhana mengatakan jika hal tersebut merupakan kebijakan pemprov pihaknya siap mematuhi. Namun, harus ada sosialisasi seperti pembatasan jam berlaku serupa sistem ganjil genap.

"Kami menaggapi positif, tapi aturannya harus diperjelas. Sosialisasi digalakan juga terkait rencana-rencana di lapangan," tegas Rio.

Senior manager International Financial Centre (IFC), Donni Desyandono pun mengaku siap dukung kebijakan pemprov DKI yang rencananya mulai diberlakukan september mendatang. Baginya, aturan ini selain bisa mengurangi lalu lintas di jalan protokol juga bisa memaksimalkan penggunaan transportasi umum.

"Kemungkinannya bisa mengurai kemacetan di Sudirman. Tapi harus dipikirkan juga bagaimana karyawan di sini, fasilitas transportasi publiknya harus diperbaiki," tutur Donni.


(LDS)