Anies Ditantang Menggratiskan Jak Lingko

Fachri Audhia Hafiez    •    Selasa, 09 Oct 2018 17:00 WIB
sistem ok otrip
Anies Ditantang Menggratiskan Jak Lingko
Ilustrasi angkutan OK OTrip - Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.

Jakarta: Sistem integrasi Jak Lingko masih kurang peminat. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ditantang menggratiskan sistem yang dulu bernama One Karcis One Trip (OK OTrip) itu. 

"Jak Lingko ini tak sekadar program pemerintah, tapi juga (seharusnya) digratiskan untuk masyarakat," kata Ketua Umum Koperasi Wahana Kalpika (KWK) Taufik Azhar ditemui Medcom.id di kantornya, Jalan Kayu Putih IV, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Selasa, 9 Oktober 2018.

Untuk diketahui, pemilik kartu Jak Lingko hanya perlu membayar Rp5.000 untuk naik transportasi umum. Tarif itu berlaku untuk seluruh angkutan kota, TransJakarta, dan bus medium selama tiga jam.

Pemilik kartu Jak Lingko gratis naik angkot OK OTrip. Penumpang baru dikenakan tarif ketika naik TransJakarta sebesar Rp3.500. Apabila pengguna melanjutkan perjalanan dengan bus medium, maka akan dikenakan tarif tambahan Rp1.500. Sehingga tarif maksimal Rp5.000


Ketua Umum Koperasi Wahana Kalpika (KWK) Taufik Azhar - Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez 

Taufik meyakini, dengan skema gratis Jak Lingko pengguna kendaraan pribadi berkurang siginifikan. Selain itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dinilai tak perlu memikirkan kebijakan lain menekan kemacetan.

"Harapan saya sesuai janji gubernur ini ke depannya bisa digratiskan. Tapi gubernur mau mantau dulu kalau bayar berapa banyak yang menggunakan (Jak Lingko)," ujar Taufik.

Akademisi Transportasi dari Universitas Katolik Soegijapranata, Djoko Setijowarno, menantang Anies menggratiskan transportasi terintegrasi.

"Nah, Anies berani enggak menggratiskan Jak Lingko? Jangan tanggung-tanggung (mengeluarkan kebijakan), gratisin saja," ucap Djoko saat dihubungi.

(Baca juga: Penumpang Jak Lingko Masih Sedikit)

Djoko menyebut kebijakan transportasi terintegrasi belum bisa memaksa masyarakat untuk pindah ke kendaraan umum. Hal ini lantaran berbenturan dengan beberapa aspek.

Dia mencontohkan tingginya penggunaan motor di Jakarta. Sementara transportasi di jalan-jalan sempit terbatas. 

"Sekarang ada angkot lewat beberapa menit, pengin cepat-cepat. Sekarang naik angkot (tarifnya) berapa dan naik motor berapa? Ya, sepeda motor lebih murah," ucap Djoko.

Selain itu, kata dia, pembatasan motor di jalan protokol perlu diterapkan kembali. Kebijakan ganjil genap juga perlu diperpanjang.

"Harapannya orang menggunakan kendaraan umum. Tidak sekadar mengasuh angkutan umum, ya tidak bisa. Mau OK OTrip, mau Jak Lingko, apa Jak Anies Baswedan, enggak ada pengaruhnya," kata dia. 

(Baca juga: Tak Ada Kartu Jak Lingko)
 


(REN)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

5 days Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA