Normalisasi Bisa Selamatkan Kramat Jati dari Longsor

Nur Azizah    •    Selasa, 04 Dec 2018 15:57 WIB
tanah longsor
Normalisasi Bisa Selamatkan Kramat Jati dari Longsor
Petugas melihat reruntuhan rumah yang tertimbun tanah longsor di Perumahan Pesona Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Jakarta. Foto: MI/Pius Erlangga.

Jakarta: Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Timur Mustajab menyebut normalisasi menjadi salah satu solusi untuk mengatasi potensi longsor di Kramat Jati. Kecamatan di Jakarta Timur itu adalah salah satu titik rawan longsor.

"Memang DAS (daerah aliran sungai) Kali Ciliwung itu ada di tikungan, maka kali bisa menggerus tanah secara terus-menerus. Akhirnya menjadi retak dan longsor," kata Mustajab saat dihubungi, Jakarta, Selasa, 4 Desember 2018.

Menurut dia, normalisasi Kali Ciliwung menjadi pekerjaan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung dan Cisadane (BBWSCC). Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI hanya menyiapkan lahan.

"Ciliwung itu kewenangan pemerintah pusat dan pemda (pemerintah daerah) yang melakukan pembebasan (lahan)," ungkap dia.

Baca: 10 Titik di DKI Berpotensi Longsor

Berdasarkan informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, potensi longsor di Kramat jati dalam kategori menengah. Selain Kramat Jati, Pasar Rebo juga menjadi salah satu wilayah rawan longsor di Jakarta Timur.  

Jakarta Selatan memiliki delapan titik berpotensi longsor. Titik itu meliputi Cilandak, Kebayoran Lama, hingga Kebayoran Baru. Mampang Prapatan, Pancoran, Pasar Minggu, dan Pesanggrahan berpotensi longsor menengah. Sementara itu, potensi longsor di Jagakarsa menengah hingga tinggi.




(OGI)