Tingkatkan Kualitas Guru Lewat School Experience

Husen Miftahudin    •    Selasa, 05 Dec 2017 12:17 WIB
pendidikan
Tingkatkan Kualitas Guru Lewat School Experience
Ilustrasi pendidikan, MTVN - M Rizal

Jakarta: Sistem pendidikan dan pengajaran di Indonesia dianggap belum berkualitas. Calon guru bukan merupakan lulusan terbaik, bahkan cita-cita mereka pun sebenarnya bukan untuk menjadi seorang guru.

"Pemilih pendidikan biasanya yang last resource, mereka kebanyakan memilih (jurusan) teknik dan kedokteran yang tak diterima. Memang yang benar-benar niat ingin menjadi guru sedikit," kata Dekan Fakultas Pendidikan Sampoerna University Nisa Felicia saat berbincang dengan Medcom.id beberapa waktu lalu.

Namun demikian, bukan berarti institusi pendidikan menutup mata. Salah satunya Fakultas Pendidikan Sampoerna University yang mencoba meningkatkan kualitas pengajar agar mampu menelurkan guru yang mampu menciptakan siswa-siswi berprestasi.

Ada dua program studi (prodi) di Fakultas Pendidikan Sampoerna University, yakni Pendidikan Matematika dan Pendidikan Bahasa Inggris. Kampus yang ada di bilangan selatan Jakarta itu tak hanya mengajari konten, melainkan juga menempatkan mahasiswanya ke sekolah-sekolah untuk mengobservasi sistem pendidikan, mengkritisi, lalu memperbaikinya.

"Kita ada program namanya School Experience. Lewat program ini mahasiswa sejak semester satu pergi ke sekolah-sekolah yang berbeda-beda selama dua minggu untuk observasi dan melihat cara ajar guru dan kemudian menganalisanya," papar dia.

School Experience menempatkan mahasiswa Fakultas Pendidikan Sampoerna University ke sekolah-sekolah selama beberapa hari dalam satu semester. Program tersebut diterapkan mahasiswa sejak semester awal hingga semester akhir.

Ada 40 sekolah mitra program School Experience Fakultas Pendidikan Sampoerna University. Setiap mahasiswa ditempatkan di sekolah yang berbeda.

Semester satu, mahasiswa tersebut menganalisa sistem pendidikan dan cara ajar guru. Di semester tiga, mereka mulai menjadi asisten guru dan belajar membuat soal ujian. Ketika menginjak semester enam, mahasiswa tersebut mulai mengajar.

Dengan program itu, lebih dari 60 persen lulusan Fakultas Pendidikan Sampoerna University menjadi seorang guru. Sisanya berprofesi sebagai pendidik di luar institusi pendidikan.

"Dari angkatan pertama kita di tahun 2009 itu alumninya lebih dari 60 persen jadi guru. Sisanya sebagai pendidik seperti men-training calon karyawan, melatih Bahasa Inggris di suatu perusahaan, trainer NGO (Non Government Organisation). Jadi masih di wilayah-wilayah pengajaran juga," tukasnya.


(RRN)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

1 day Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA