Selain Urai Kemacetan, Pembatasan Sepeda Motor Efektif Halau Pengunjuk Rasa

M Sholahadhin Azhar    •    Senin, 13 Nov 2017 13:45 WIB
pembatasan sepeda motor
Selain Urai Kemacetan, Pembatasan Sepeda Motor Efektif Halau Pengunjuk Rasa
Ilustrasi--Rambu larangan sepeda motor di Sudirman. Foto: MTVN/M. Sholahadhin Azhar.

Jakarta: Pembatasan kendaraan roda dua di Thamrin, Jakarta Pusat diklaim efektif. Salah satu buktinya tak ada penolakan dari masyarakat terkait hal itu.

"Sekarang dari yang terlihat saja. Enggak ada tuh penolakan di Thamrin. Iklimnya sudah terbentuk," kata Wakadishub DKI Jakarta Sigit Wijatmiko kepada Metrotvnews.com, Senin, 13 November 2017.

Dari sisi keamanan misalnya, Sigit menyebut kebijakan pembatasan itu efektif. Terutama dalam menghalau pengunjuk rasa ke arah Istana Merdeka atau ring satu Ibu Kota. Sebab mayoritas dari mereka memakai kendaraan roda dua. "Bisa dibilang efektif, enggak ada pengunjuk rasa naik motor lalu konvoi," imbuhnya.

Disinggung dampak terkait kemacetan, Sigit mengatakan sudah lebih baik. Jika arus kendaraan roda empat terlihat tersendat, lebih dikarenakan proyek Mass Rapid Transportation (MRT). Jalur yang tadinya luas memang dipersempit karena pembangunan itu.

Maka memang terjadi kemacetan di sejumlah titik, misalnya saat memasuki kawasan Bundaran HI. Namun belakangan rekayasa lalu lintas dilakukan dengan meniadakan lampu lalu lintas di wilayah itu. Kemacetan pun relatif bisa terurai. Prinsipnya, sebut Sigit, tak ada resistensi dari semua elemen terkait hal ini.

"Bisa kita lihat, relatif lebih baik. Yang pasti sekarang penolakan masyarakat tak ada. Itu menjadi referensi utama," terangnya.

Baca: Anies akan Hapus Larangan Motor di Ibu Kota

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mewacanakan bakal menghapus kebijakan pelarangan roda dua di Ibu Kota. Anies meminta agar konsep lalu lintas kendaraan kembali dirancang.

"Pergubnya juga nanti akan diubah," kata Anies di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin, 6 November 2017.

Anies menegaskan jalanan di Ibu Kota harus terbuka bagi kendaraan jenis apa pun. Sebab, menurut data yang ia terima, ada 470 ribu kendaraan roda dua yang lalu lalang di sekitar Jalan Sudirman-Thamrin untuk menyuplai UMKM.

Anies juga ingin agar konsep pembangunan trotoar direvisi ulang. Sebab, konsep trotoar yang diterima Anies hanya diperuntukkan bagi mobil.

Larangan sepeda motor melintas di sepanjang Jalan Thamrin hingga Jalan Medan Merdeka Barat dicetuskan eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Larangan ini sempat memicu protes dari pengendara sepeda motor.


(YDH)