'Jangan Bayar Kalau Air Tidak Mengalir'

Gana Buana    •    Selasa, 06 Dec 2016 09:25 WIB
pdam
'Jangan Bayar Kalau Air Tidak Mengalir'
Ilustrasi warga Bekasi protes air bersih. Foto: Antara/Risky Andrianto

Metrotvnews.com, Bekasi: Loket pembayaran air di kantor cabang milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bhagasasi, Bekasi Utara, kini dipenuhi tempelan kertas yang berisi protes warga.
 
'Jangan bayar kalau air tidak mengalir', demikian salah satu tulisan warga di kertas itu.
 
Aksi protes tersebut merupakan puncak dari kekesalan ribuan warga Bekasi Utara setelah lima hari air PDAM tak mengalir ke rumah mereka.
 
"Kami tidak akan bayar tagihan sampai air kembali mengalir," sesal salah satu pelanggan dari Harapan Baru, Margono, Senin (6/12/2016).
 
Menurut warga Perumahan Setia Bina Sarana itu, sejak Selasa 29 November air berhenti mengalir ke perumahannya. Permukiman warga yang ada di sekitar perumahannya pun bernasib sama.
 
"Saat ditanya penyebab berhentinya air, petugas tidak memberikan penjelasan. Bahkan kepastian kapan air bisa kembali lagi mengalir pun tidak diberi tahu. Mereka hanya bilang mudah-mudahan secepatnya bisa mengalir," tutur pria berusia 45 tahun itu.
 
Alhasil, warga terpaksa membeli air bersih dari tukang air keliling untuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK). Setiap jeriken air bersih harus dibelinya seharga Rp10 ribu. Pengeluaran rumah tangga pun jadi membengkak.
 
"Saya batasi beli dua jeriken saja setiap hari. Orang rumah cukup mandi sekali. Itu pun harus irit-irit pakainya. Itu saja sudah Rp20 ribu per hari. Dalam lima hari ini sudah keluar uang Rp100 ribu. Kalau air PDAM, bayarnya cukup Rp120 ribu per bulan," tuturnya.
 
Lasri, 38, pelanggan lainnya, mengaku kesal dengan penghentian pasokan air di wilayahnya.
 
Sebagai pelanggan, dia merasa dirugikan dengan berhentinya aliran air bersih tanpa pemberitahuan.
 
Saat dimintai konfirmasi, Direktur Utama PDAM Tirta Patriot, Hendi Irawan, menyampaikan, pihaknya selaku pemasok air ke PDAM Tirta Bhagasasi telah mengurangi volume pasokan air bersih.
 
Keputusan itu diambil karena PDAM Tirta Bhagasasi, masih belum mau menaikkan harga jual air bersih, dari Rp3 ribu per meter kubik menjadi Rp5 ribu per meter kubik.
 
"Bukan kami hentikan pasokannya, hanya kami kurangi. Kami sudah mengajukan permohonan perubahan MoU agar harga jual direvisi. Kami sudah melayangkan surat dari dua pekan lalu, tapi sampai sekarang belum direspons. Penyesuaian harga itu dilakukan untuk menutupi kenaikan harga produksi," ujar Hendi.



(FZN)

Setnov Tak Menyangka Langsung Ditahan KPK

Setnov Tak Menyangka Langsung Ditahan KPK

53 minutes Ago

Usai menjalani pemeriksaan awal di KPK, tersangka kasus korupsi KTP-el Setya Novanto ditempatka…

BERITA LAINNYA