Pengosongan Rumah di Kompleks Kodam Jaya Mendapat Penolakan

Faisal Abdalla    •    Kamis, 18 May 2017 17:28 WIB
penertiban
Pengosongan Rumah di Kompleks Kodam Jaya Mendapat Penolakan
Prajurit TNI mengangkat barang-barang saat pengosongan rumah dinas TNI di Kodam Jaya, Cililitan, Jakarta, Kamis (2/2/2017). Antara Foto/M. Agung Rajasa/pd/17

Metrotvnews.com, Jakarta: Warga Kompleks Kodam Jaya, Kalimalang, Jakarta Timur, menolak eksekusi pengosongan rumah pada Kamis 17 Mei. Untuk menghalangi tentara yang hendak mengeksekusi rumah mereka, warga sempat membakar ban.

Menurut Anto, bekas warga Kompleks Kodam Jaya, TNI telah mengeluarkan SP3 kepada sejumlah warga yang masih menghuni rumah di kompleks tersebut. Mereka tetap tinggal di Kompleks Kodam Jaya meski keluarganya sudah meninggal atau tidak aktif lagi sebagai prajurit TNI.

"TNI sudah melakukan berbagai pendakatan, baik secara kekeluargaan maupun melalui surat teguran sampai tiga kali," kata Anto saat ditemui Metrotvnews.com

Pihak Kodam Jaya menurunkan sekitar 800 personel untuk mengeksekusi 10 rumah. Namun sejumlah warga yang menolak ditertibkan membakar ban untuk menghalangi prajurit TNI.

Walaupun demikian, TNI berhasil mengeksekusi enam dari sepuluh rumah. Empat rumah yang belum dieksekusi diberikan dispensasi waktu hingga setelah Lebaran.

Aksi bakar ban tidak menimbulkan korban. Aksi penolakan tersebut tidak berlangsung lama, dan saat ini situasi sudah kondusif.

"Tidak ada bentrokan, hanya aksi penolakan biasa, masih wajar lah," pungkas Anto.


(TRK)

Selamatkan Partai, Novanto Diminta Tempuh Praperadilan

Selamatkan Partai, Novanto Diminta Tempuh Praperadilan

2 hours Ago

Status tersangka Novanto dinilai akan memengaruhi partai dalam kontestasi politik yang akan dat…

BERITA LAINNYA