Taufik Minta Kadis Perumahan dan Pendidikan Diganti

M Sholahadhin Azhar    •    Senin, 16 Apr 2018 13:53 WIB
pemprov dki
Taufik Minta Kadis Perumahan dan Pendidikan Diganti
Wakil Ketua DPRD DKI M Taufik - Medcom.id/Intan Yunelia.

Jakarta: Wakil Ketua DPRD DKI M Taufik meminta dua Kepala Dinas diberhentikan. Dia menilai kinerja kedua orang itu tak benar. 

"Dinas Perumahan menurut saya harus segera. Waktu kita tanya di rapat RPJMD, masa enggak paham apa yang dia mau lakukan, ya berhenti aja. Kemudian saya kira Dinas Pendidikan juga harus diganti. Semangatnya enggak ada," kata Taufik di Balaikota, Jakarta Pusat, Senin, 16 April 2018.

Saat ini Kadis Perumahan dijabat Agustino Darmawan, sementara Kadis Pendidikan dijabat Sopan Adrianto.

Dia bilang Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) harus punya mental kuat. Apalagi, saat ini, Pemprov DKI tengah dimonitor KPK, Kejaksaan dan Bareskrim. 

Jika mental kepala dinas tak kuat, tak ada tindakan tegas dari SKPD. "Kalau yang mentalnya enggak kuat, itu dia lebih baik diam aja. Diam saja dapat duit (gaji) loh," imbuh Taufik.

(Baca juga: Anies bakal 'Sentil' Kadis Perumahan soal 250 Ribu Rusun)

Politikus Gerindra itu bilang, Gubernur dan Wakil Gubernur perlu berhati-hati pada SKPD semacam itu. Bila kinerjanya tak dapat dipertanggungjawabkan, maka masyarakat yang merugi.

"Saya khawatir belakagan ini begitu, lebih baik saya diam saja deh, toh juga bawa pulang uang ke rumah. Yang rugi publik dong. Mentalnya harus kuat. Harus komitmen dengan program Gubernur," sebut Taufik.

Lebih lanjut, Taufik menuding ada pihak-pihak yang tak komitmen di SKPD. Terlepas dari dua orang kepala dinas yang diusulkan untuk diganti.

Salah satu cirinya yakni tidak menguasai program yang dicetuskan kepala daerah. "Menurut saya ada yang enggak komitmen, cirinya karena enggak menguasai. Kalo kita komitmen, dikasih tugas ya pelajari, kuasai," kata dia. 




(REN)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

6 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA