Satpol PP DKI Tegur Beer Garden Radio Dalam

Nur Azizah    •    Selasa, 29 May 2018 03:00 WIB
razia miras
Satpol PP DKI Tegur Beer Garden Radio Dalam
Kasatpol PP DKI Yani Wahyu Purwoko. Foto: MTVN/ Dhaifurrakhman Abas.

Jakarta: Satuan Polisi Pamong Praja merazia Beer Garden di kawasan Radio Dalam, Jakarta Selatan. Razia terkait aturan jam operasional tempat usaha selama bulan Ramadan seperti yang diatur dalam Pergub Nomor 18 tahun 2018 Tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata.

Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Yani Wahyu mengatakan, Beer Garden seharusnya tutup saat Ramadan, namun melanggar. Tutupnya jam operasional lantaran Beer Garden memiliki bar dan menjual minuman keras.

"Harusnya tutup, itu kan dia restoran dan bar. Barnya itu kan enggak boleh menyediakan minuman keras," kata Yani saat dihubungi, Jakarta, Senin 28 Mei 2018.

Yani mengaku sudah memberikan sanksi berupa teguran pada pengelola Beer Garden untuk tutup sementara selama Ramadan.

"Selama Ramadan enggak boleh. Kalau setelah ramadan dan dia memiliki izin, izin barnya, restorannya, IMB, dan izin minuman beralkoholnya ada, boleh. Kalau enggak ada, ya tetap kita tutup," tegas Yani.

Yani mengaku akan memperketat pengawasan tempat hiburan malam di Ibu Kota. Dia pun bakal berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta untuk memberikan sanksi administrasi.

"Kita akan koordinasi dengan Dinas Pariwisata agar segera melakukan tindakan admisnitrasi. Kalau masih bandel juga sampai di akhir nanti, ya sanksinya pencabutan Tanda Daftar Usaha Pariwisata," pungkas Yani.

Dalam Pergub Nomor 18 tahun 2018 Tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata dikatakan, tempat pariwisata yang diwajibkan tutup yakni kelab malam, diskotek mandi uap, rumah pijat, dan bar. Sedangkan jenis usaha seperti karaoke eksekutif dapat diselenggarakan mulai pukul 20.30 WIB sampai pukul 01.30 WIB.

"Untuk karaoke keluarga dapat diselenggarakan mulai dari pukul 14.00 WIB sampai pukul 02.00 WIB," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Tinia Budiati di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat 11 Mei 2018.

Syaratnya, karaoke keluarga tidak boleh menyediakan pelayanan bar dan minuman beralkohol. Pemprov juga mengatur jam operasional usaha biliar atau bola sodok.

"Mereka yang berlokasi dalam satu ruangan dengan usaha karaoke dan pun bisa buka dari pukul 20.30 WIB sampai pukul 01.30 WIB," ujar Tinia.

Sementara yang berlokasi tidak dalam satu ruangan dengan bar, karaoke, dan kelab malam bisa buka sejak pukul 10.00 WIB sampai 24.00 WIB.

Kendati begitu, seluruh tempat hiburan malam tetap wajib tutup pada saat malam Nuzulul Qur'an, satu hari sebelum Ramadhan, hari pertama bulan Ramadhan, hari pertama dan satu hari pertama Idul Fitri. Selain itu, selama Ramadhan, seluruh tempat hiburan dilarang memasang poster yang menunjukkan pornografi, pornoaksi, dan erotisme.

"Dilarang menimbulkan gangguan lingkungan, menyediakan hadiah dalam bentuk apapun, dan dilarang menggelar judi," tegas Tinia.

Dia juga meminta karyawan tempat hiburan malam berpakaian sopan dan menggunakan tirai. Bila aturan ini dilanggar, Pemprov tak segan memberikan hukuman.


(DEN)

Kasus KTP-El, Anggota DPR Markus Nari Ditahan KPK

Kasus KTP-El, Anggota DPR Markus Nari Ditahan KPK

2 weeks Ago

Jakarta: KPK menahan anggota DPR dari Fraksi Golkar Markus Nari, Senin, 1 April 2019. Markus me…

BERITA LAINNYA