Narkoba Mengakselerasi Tindakan Kriminal

   •    Jumat, 13 Jul 2018 12:10 WIB
penjambretanbegal
Narkoba Mengakselerasi Tindakan Kriminal
Ilustrasi. Medcom.id/Rakhmat Riyandi

Jakarta: Kejahatan jalanan seperti penjambretan dan pembegalan faktanya tak hanya didorong oleh kebutuhan ekonomi semata. Ada banyak kasus kejahatan jalanan terjadi karena desakan kebutuhan akan narkoba.

Kriminolog Erlangga Masdiana mengungkap kejahatan jalanan erat kaitannya dengan narkoba. Ketika pelaku tak mampu secara finansial untuk membeli narkoba, dapat dipastikan mereka akan melakukan tindak kejahatan.

"Ketika mereka butuh pada saat itu juga mereka bisa melakukan kejahatan dan narkoba itu bisa mengakselerasi tindakan kriminal," ujarnya, dalam Metro Pagi Primetime, Jumat, 13 Juli 2018.

Menurut Erlangga kejahatan jalanan saat ini sangat jauh berubah ketimbang yang terjadi di era 80 atau 90-an. Pelaku kejahatan yang beraksi hari ini tak segan menyakiti bahkan membunuh hanya untuk mendapatkan barang berharga dari korban.

Subkultur atau budaya di kalangan pelaku kejahatan telah bergeser. Kejahatan yang dilakukan bertujuan membangun rasa takut masyarakat agar apa yang menjadi target lebih mudah didapatkan.

"Dan penggunaan senjata sekarang juga sudah bergeser. Kalau dulu untuk menakuti sekarang untuk melumpuhkan korban," kata dia,. 

Pergeseran pola kejahatan inilah yang menurut Erlangga perlu upaya lebih serius untuk mengantisipasinya. Cara-cara konvensional dinilai tak lagi berlaku, kepolisian harus lebih canggih dalam meng-counter kejahatan yang terjadi di jalanan.

"Polisi terutama yang di jalan harus dilengkapi 'tools'-nya. Teknologinya harus lebih canggih misalnya membekali dengan senjata api karena penjahat sekarang tak ragu melawan petugas," ungkapnya.

Dia menambahkan kejahatan menjadi ancaman serius bagi masyarakat sehingga di daerah tertentu yang masuk kategori rawan kejahatan keamanannya perlu lebih ditingkatkan.

"Misalnya penambahan CCTV untuk mendeteksi kalau ada kegiatan. Perbanyak CCTV dan intensifkan pengontrolannya," jelas dia.




(MEL)