Djarot Minta Korpri Profesional Urus Aset Negara

Nur Azizah    •    Selasa, 20 Jun 2017 11:25 WIB
penyerobotan aset dki
Djarot Minta Korpri Profesional Urus Aset Negara
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat. MTVN/Arga

Metrotvnews.com, Jakarta: Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) diminta bekerja profesional mengurus aset negara. Sebab, banyak aset pemerintah yang diserobot warga karena buruknya pendataan.
 
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan, banyak aset Korpri tak terurus. Padahal, salah satu tugas utama Korpri adalah mendata dan menjaga aset tersebut. Korpri harus menginventarisasi seluruh aset, mulai dari berapa banyak aset yang dimiliki, berapa luasnya, bagaimana aspek legalitasnya, hingga cara pengelolaannya.
 
"Karena tujuan aset Korpri itu untuk menyejahterakan anggota dan warga," kata Djarot di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa 20 Juni 2017.
 
Mantan Wali Kota Blitar ini menyarankan Korpri berkoordinasi dengan Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD) DKI. Djarot khawatir banyak pihak yang mengklaim aset Korpri. "Aset yang tidak terurus mudah sekali diserobot. Bila sudah dicatat dan diurus sampaikan pada anggotanya," ujarnya.
 
Setelah didata, pengunaan aset harus jelas. Misalnya, aset tanah akan dijadikan perumahan. "Yayasan Korpri harus profesional dan sesuai tujuan awal. Jangan malu-maluin. Semua harus dipertanggungjawabkan," kata dia.
 
Menurut Djarot, Korpri seperti tak bergairah. Hidup segan mati tak mau. Begitulah kiranya ungkapan yang pas.  Karena, Korpri dianggap sebagai formalitas dan aksesoris semata. Bahkan, banyak anggota keluarga Korpri tak percaya dengan yayasan tersebut.
 
"Mereka tidak menaruh kepercayaan dan kepedulian. Mereka anggap yayasan ini hanya formalitas belaka. Sehingga menimbulkan apatis," ujar Djarot.
 


(FZN)