Djarot Tolak Wacana Pagar Pembatas di Manggarai

Arga sumantri    •    Minggu, 19 Mar 2017 16:59 WIB
tawuran
Djarot Tolak Wacana Pagar Pembatas di Manggarai
Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat saat blusukan di Klender, Jakarta Timur. Foto: MTVN/Araga Sumantri.

Metrotvnews.com, Jakarta: Calon Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat tidak sepakat dengan wacana pagar pembatas buat mengatasi tawuran di Manggarai, Jakarta Selatan. Menurut Djarot, pagar pembatas bukan solusi yang pas.

Djarot mengaku sudah turun langsung mencari tahu akar masalah tawuran warga Tambak, Jakarta Pusat denngan Manggarai, Jakarta Selatan. Hasil analisa dia, ada tiga poin.

Pertama, akar masalah tawuran justru karena tidak ada ruang terbuka untuk berkumpul dan berkaktifitas. Lalu, kondisi pemukiman yang padat penduduk juga jadi sumber masalah.

"Ketiga masuknya barang-barang haram," kata Djarot di kawasan Klender, Jakarta Timur, Minggu 19 Maret 2017.

Baca: Jalan Tambak akan Dipagari

Ketimbang membikin pagar pembatas, Djarot memilih membangun ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA). Tempat itu dinilai bisa jadi ruang berkumpul, berkesenian, juga berinteraksi.

"Jangan pagar pembatas. Kalau perlu bikin kegiatan bersama. Tokoh masyarakat, pemuda diajak ngomong," ujar Djarot.

Cara lainnya, kata Djarot, dengan penerapan sanksi tegas. Pemprov DKI punya sejumlah sanksi tegas bagi pelaku tawuran. Utamanya, bagi mereka yang pelajar dan penerima kartu Jakarta pintar (KJP).

"Jelas (KJP) langsung kita cabut. Kalau misalnya mereka sudah kerja di PPSU (Petugas Prasarana dan Sarana Umum), pegawai kita, langsung kita pecat," ungkap Wakil Gubernur nonaktif itu.

Baca: Pesan Ahok ke Sumarsono: Satu Kecamatan, Satu Ruang Kreatif

Djarot juga ingin merangkul dan mengajak warga agar lebih bisa berguna bagi publik. Misalnya, merekrut mereka menjadi pegawai harian lepas Pemprov DKI, seperti PPSU dengan gaji upah minimum regional (UMR).

"Mereka yang nganggur dididik, kita ada pelatihan-pelatihan, dan langsung kita tempatkan," kata Djarot.

Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede sebelumnya sudah mengusulkan rencana pembangunan pagar pembatas untuk mengatasi tawuran yang kerap terjadi antara warga Tambak dengan Manggarai. Usulan itu telah disampaikan pada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Sumarsono.

"Seperti yang ada di Matraman," kata Mangara di Kantor Balai Kota, Rabu 15 Maret 2017.

Baca: Tawuran di Manggarai Sudah seperti Gaya Hidup

Mangara bilang, pagar itu berbentuk mirip separator. Pagar bakal dibangun dalam waktu dekat secara permanen mulai dari terowongan Manggarai sampai Jalan Tambak. "Pagar tidak bisa dipanjat dengan tingkat kerapatan yang bagus," ucap Mangara.

Tawuran antara warga Tambak dan warga Manggarai beberapa kali terjadi. Terakhir, tawuran pecah pada Minggu 5 Maret 2017 dan Senin 6 Maret 2017 lalu. Tawuran itu menyebabkan dua pemuda tewas dan sejumlah orang luka-luka.


(OGI)

Gus Solah Harap tak Ada yang Kena Kartu Merah di Pilkada DKI

Gus Solah Harap tak Ada yang Kena Kartu Merah di Pilkada DKI

4 hours Ago

Ibarat bermain bola, kompetisi dalam pilkada harus sehat dan tak ada yang bermain kasar.

BERITA LAINNYA