Pembangunan Koridor 13 TransJakarta Dikebut

Putri Anisa Yuliani    •    Rabu, 19 Oct 2016 11:33 WIB
transjakarta
Pembangunan Koridor 13 TransJakarta Dikebut
Pembangunan koridor 13 TransJakarta yang menghubungkan Ciledug - Blok M - Tendean. Foto: MI/Galih Pradipta

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempercepat pembangunan koridor 13 TransJakarta yang menghubungkan Ciledug - Blok M - Tendean. Koridor itu harus selesai sebelum 15 Desember 2016.
 
Kepala Bidang Simpang dan Jalan Tak Sebidang Dinas Bina Marga DKI Heru Suwondo mengatakan, pihaknya memiliki waktu dua bulan untuk menuntaskan proyek dengan anggaran tahun jamak tersebut.
 
Ia mengungkapkan, saat ini baru dua paket yang menyelesaikan pengangkatan beton girder (dasar jalan layang). Paket Taman Puring yang dikerjakan PT Hutama Karya sepanjang 1,2 kilometer dan paket Tendean sepanjang 1,1 kilometer yang dikerjakan PT Adhi Karya.
 
"Tinggal dua bulan lagi. Kami kebut dan diharapkan cepat selesai pengerjaan ini," kata Heru di Jalan Kapten Tendean, Mampang, Jakarta Selatan, Rabu (18/10/2015).
 
Ia mengungkapkan, proses pembangunan sudah mencapai 88%. Heru berharap PT Jaya Konstruksi yang mengerjakan paket Trunojoyo sepanjang 1.375 meter bisa menyelesaikan pengangkatan terakhir beton girdernya.
 
Jika proses pengangkatan beton girder selesai, alat berat bisa ditarik. Hal ini berdampak positif pada lalu lintas di sekitar proyek.
 
"Saya minta percepat, bukan hanya mengejar waktu, tapi juga melancarkan arus lalu lintas. Kalau girder sudah selesai alat berat bisa ditarik," ujar Heru.
 
Selain itu, paket Kebayoran Lama yang dikerjakan PT Pembangunan Perumahan (PP) Persero sepanjang 1.244 meter menjadi yang paling lambat. “Bukan karena keterlambatan kontraktor, melainkan ada kendala pada pembebasan lahan,” ujarnya.
 
Kepala Seksi Pembangunan Jalan Tak Sebidang Dinas Bina Marga DKI, Imam Nugraha menjelaskan, lahan yang harus dibebaskan untuk pengerjaan paket Kebayoran Lama terbagi 16 bidang seluas 4.100 meter per segi. Saat ini baru 11 bidang yang berhasil dibebaskan.
 
"Masih ada lima lagi. Prosesnya sulit. Ada lahan yang bersengketa dan dokumennya kurang lengkap," kata Imam.


(FZN)