TNI Polri Bersenjata Lengkap Patroli di Bekasi

Antara    •    Kamis, 17 May 2018 16:20 WIB
terorisme
TNI Polri Bersenjata Lengkap Patroli di Bekasi
Ilustrasi. Foto: Medcom.id/Rizal.

Bekasi: Mapolres Metro Bekasi Kota bersama Komando Distrik Militer 0507/Bekasi melakukan patroli gabungan berskala besar. Dengan senjata lengkap, petugas mengelilingi Kota Bekasi 24 jam nonstop.
 
Kapolres Bekasi Kota Kombes Pol Indarto mengatakan patroli dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat pascarangkaian aksi terorisme.
 
"Bentuk kewaspadaan yang kami lakukan salah satunya menggiatkan patroli," kata Indarto di Bekasi, Kamis, 17 Mei 2018.
 
Patroli gabungan melibatkan 50 anggota. Rombongan patroli akan berkeliling jalanan Kota Bekasi siang dan malam dengan menyasar 12 kecamatan dan 56 kelurahan di Kota Bekasi.
 
"Selain memunculkan rasa nyaman di masyarakat, kami perlu menunjukkan aparat hadir di tengah mereka, patroli juga dimaksudkan untuk menjerakan calon pelaku teror," kata Indarto dikutip dari Antara.
 
Personel patroli yang bertugas dibekali senjata laras panjang beramunisi peluru tajam. Namun, masyarakat tak perlu khawatir jika berpapasan dengan petugas dan diminta memperlihatkan surat-surat kendaraan atau barang bawaannya.
 
"Selama tidak salah, ikuti saja prosedur yang diminta aparat. Jangan coba-coba mengelak karena tindakan mencurigakan membuat aparat tak segan mengambil tindakan," katanya.
 
Selain patroli keliling, pengamanan di markas kepolisian juga diperketat dengan memaksimalkan jadwal piket anggota. Jika semula piket di Markas Polrestro Bekasi Kota hanya 200 anggota, kini dipertebal menjadi 300-400 personel.

Baca: TNI Polri Berpadu Atasi Terorisme

Kemudian di skala Markas Kepolisian Sektor, kekuatan awal anggota piket sebanyak 30 personel ditambah menjadi 50 personel. "Selain penebalan anggota, perlengkapan semisal senjata laras panjang, rompi anti peluru, juga helm kami berikan. Lalu prosedur penerimaan tamu juga kami perketat. Mungkin mengurangi kenyamanan warga, tapi ini upaya maksimal kami yang tetap diusahakan humanis dan waspada," katanya.




(FZN)