Anies Hati-hati Salurkan KJP Plus

Nur Azizah    •    Jumat, 21 Sep 2018 11:35 WIB
kjpkjp plus
Anies Hati-hati Salurkan KJP Plus
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan - Medcom.id/Juven Martua Sitompul.

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tengah berupaya agar penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus bisa mencapai target hingga akhir tahun nanti. Dia akan memastikan potensi kesalahan dalam penerimaan KJP Plus berkurang.

"Kita coba kejar terus. Saya ingin memastikan bahwa potensi error dalam KJP harus diturunkan jangan sampai kita memenuhinya target angka tapi di dalam target akurasi tidak terpenuhi," kata Anies di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat, 21 September 2018.

Penerima KJP Plus tahun 2018 belum memenuhi kuota. Dari 872.024 orang yang ditargetkan, baru 805.015 orang yang mendapatkan KJP Plus. 

Mantan Mendikbud itu menyebut akurasi penerimaan KJP Plus lebih penting ketimbang jumlah penerima. "Yang penting target akurasi dipastikan. Mudah-mudahan semua bisa menerima," tutur dia. 

Tahun ini, Dinas Pendidikan DKI Jakarta menganggarkan Rp3,975 triliun untuk penerima KJP Plus. Namun, anggaran tersebut baru terserap Rp1,8 triliun.

"Realisasi tahap 1, Januari hingga Juni 2018, baru 805.015 orang dengan anggaran Rp1,8 triliun," kata Plt Dinas Pendidikan DKI Jakarta Bowo Irianto.

(Baca juga: Dinas Pendidikan DKI Diminta Cek Langsung KJP Plus)

Sebelumnya, Anggota Badan Anggaran DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono menyebut warga belum merasakan keunggulan KJP Plus. KJP Plus merupakan program prioritas yang selalu dibanggakan Anies Baswedan-Sandiaga Uno saat kampanye Pilkada DKI 2017. 

"KJP Plus ini kan program prioritas, cuma sampai hari ini plusnya itu belum kelihatan. Mohon maaf, malah yang dirasakan masyarakat adalah penurunan jumlah penerima KJP," kata Gembong di DPRD DKI Jakarta beberapa waktu lalu.

Gembong menyampaikan banyak siswa yang tidak lagi menerima KJP Plus pada 2018. Padahal, kondisi ekonomi keluarga siswa tersebut masih sama dengan tahun sebelumnya saat mereka menerima KJP.

"Status orangnya masih, ekonominya masih sama. Jadi, plusnya di mana? Katanya program unggulan, harusnya plusnya menyempurnakan, bukan justru mengurangi, dari kemarin dapat sekarang tidak dapat," tukas dia. 
 


(REN)