Ini Racikan Miras Oplosan yang Tewaskan 10 Orang di Cakung

Arga sumantri    •    Senin, 28 Nov 2016 21:34 WIB
miras oplosan
Ini Racikan Miras Oplosan yang Tewaskan 10 Orang di Cakung
Ilustrasi-- Polisi menunjukan minuman keras oplosan pada operasi cipta kondisi di rumah produksinya Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (24/11)--Antara/Adeng Bustomi

Metrotvnews.com, Jakarta: Minuman keras (Miras) oplosan berujung maut terjadi di Cakung Jakarta Timur. Sebanyak 10 orang tewas akibat menenggak minuman haram itu.

Miras oplosan maut itu diracik oleh NN. Perempuan berusia 40 tahun itu kini sudah dicokok polisi.

Kapolsek Cakung, Kompol Sukatma menyatakan NN mencampur miras dengan pewarna teh. Bahan-bahan campuran dibeli di toko kimia langganannya. Dua bahan tersebut, lalu dicampur dengan air, bubuk yang biasa untuk minuman suplemen, air, dan madu.

Baca: Miras Oplosan Maut di Cakung Dijual Rp15 ribu

NN biasanya menggunakan alkohol dengan kadar 10 persen. Tapi, pada hari kejadian, Kamis 24 November, bahan baku di toko kimia langganan NN habis.

"UDN (buron) menawarkan diri membeli bahan baku di tempat lain yang bukan langganan NN," kata Sukatma, Senin (28/11/2016).

UDN diketahui membeli bahan alkohol dengan kadar 70 persen. Polisi menduga UDN salah membeli, sebab NN mengaku biasa menggunakan alkohol dengan kadar 10 persen.

Baca: Tenggak Miras Oplosan, 10 Orang Tewas di Cakung

Miras oplosan yang diracik NN membuat sepuluh orang tewas. Polisi pun menetapkan NN sebagai tersangka dan telah ditangkap.

Polisi tengah memburu UDN dan CM. Keduanya merupakan sepasang suami istri yang disebut sebagai penjual Miras oplosan buatan NN. Polisi juga mengejar DT, orang yang diduga sebagai pesuruh.

Diketahui, sebanyak 14 orang di Cakung Jakarta Timur pesta Miras oplosan pada Kamis 24 November sekira pukul 16.00 WIB. Esok harinya, para peminum Miras oplosan itu mengeluh sakit, lalu meninggal dunia.



Mulanya, hanya enam orang yang dilaporkan tewas akibat menenggak Miras oplosan itu. Belakangan, jumlah korban tewas bertambah menjadi sepuluh orang.Empat orang lainnya selamat, tiga diantaranya dijadikan saksi oleh polisi.


(YDH)