Pilkada Serentak 2017

'Dari Dulu PDIP Dukung Ahok`

Intan fauzi    •    Selasa, 20 Sep 2016 18:04 WIB
pilgub dki 2017
'Dari Dulu PDIP Dukung Ahok`
Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. (Foto: Antara/Widodo S Jusuf)

Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama tidak kaget bakal diusung PDI Perjuangan di Pilkada DKI 2017. Sebab, dukungan PDIP sudah diberikan kepadanya sejak Pilkada DKI 2012.
 
"Kan dari dulu PDIP dukung Ahok, Ahok juga dukung PDIP," ujar Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (20/9/2016).
 
Ahok mengaku tidak ada persiapan khusus untuk menghadiri agenda resmi PDI Perjuangan yang akan mendeklarasikan pasangan calon kepala daerah yang bakal bertarung di Pilkada Serentak 2017. Ahok juga belum mendapat bocoran dari Presiden Joko Widodo soal keputusan PDI Perjuangan malam ini.
 
"Saya enggak tahu, presiden juga belum ngomong," ujar Ahok.
 
Ahok belum tahu apa yang akan dibahas di kediaman Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Dia hanya diundang untuk menunggu keputusan pendeklarasian calon kepala daerah.
 
"Enggak tahu aku bisa diterima bu Mega jam berapa, ya sudah aku ke tempat nya lah jam 17.30 WIB," ujar dia.


 
Meski dipanggil, Ahok belum mau memastikan jawaban dukungan dari PDI Perjuangan. Dia hanya mengikuti tahapan yaitu menghadap Mega .
 
"Enggak tahu diusung atau enggak. Enggak tahu juga ketemu siapa di sana. Tahapannya kalau bu Mega terima saya pukul 17.03," katanya.
 
Hari ini PDI Perjuangan bakal mendeklarasikan pasangan bakal calon di Pilkada Serentak 2017, termasuk pasangan di Pilgub DKI 2017. Belum tahu pasti siapa calon tersebut. Hanya beredar kabar, Djarot Saiful Hidayat akan menjadi calon wakil gubernur dari PDI Perjuangan.
 
Ahok-Djarot diperkirakan bakal melenggang dengan mudah di Pilkada DKI. Alasannya, PDI Perjuangan merupakan partai pemenang di DKI Jakarta dengan jumlah 28 kursi di DPRD DKI. Ahok pun sudah mengantongi jumlah kursi yang cukup dari Partai NasDem, Hanura, dan Golkar.




(FZN)

Video /