Listrik di Pulau Seribu bakal Pakai Energi Terbarukan

Sunnaholomi Halakrispen    •    Selasa, 20 Mar 2018 13:16 WIB
listrikpemprov dki
Listrik di Pulau Seribu bakal Pakai Energi Terbarukan
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Forum Group Discussion (FGD) PT Jakpro Utilitas: 'Listrik Kepulauan Seribu' - Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen.

Jakarta: Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan listrik di Kepulauan Seribu bakal dikembangkan ke energi terbarukan. Sebab, hingga saat ini masih ada pulau yang tidak mendapatkan listrik.

"Ternyata Pak Irwansyah (Bupati Kepulauan Seribu) bilang banyak sekali yang mengeluh belum bisa menikmati listrik 24 jam. Padahal dekat sekali dari Jakarta. Yang terjauh memang dari Pulau Sudira," ujar Sandi di Forum Group Discussion (FGD) PT Jakpro Utilitas: 'Listrik Kepulauan Seribu' di Four Points by Sheraton Jakarta, Jalan MH. Thamrin Kav. 9, Jakarta Pusat, Selasa, 20 Maret 2018.

Sandi menuturkan Pulau Sudira terletak sejauh 61 mil dari Jakarta. Di sana, warga menggunakan listrik dari tenaga diesel (PLTD).

Dia bilang penggunaan PLTD harus ditinggalkan lantaran sudah bukan zamannya. Ia menginginkan adanya energi listrik yang terbarukan, yaitu menggunakan solar, surya, dan sampah.

"Pada proyeknya itu menggunakan solar, yaitu ke surya. Jadi ini yang kita harapkan bahwa ke depan zaman old itu kita pindahin ke zaman now. Bahwa pembangkit ini menjadi kemandirian di Kepulauan Seribu dengan energi baru terbarukan," ucap Sandi. 

Sandi menuturkan, apabila energi listrik terbarukan tercapai, maka dapat membantu mengembangkan aspek-aspek lain dalam kehidupan masyarakat. Salah satunya, aspek ekonomi.

"Insyaallah dengan adanya industri pariwisata dan listrik yang mengaliri rumah mereka, ekonomi rumah tangga akan tumbuh," imbuh Sandi.

Apalagi Kepulauan Seribu dapat menarik perhatian wisatawan. Sebanyak 878.971 wisatawan mengunjungi Kepulauan Seribu.

Banyaknya peminat kunjungan Kepulauan Seribu tersebut diharapkan menjadi pemacu agar tersedia fasilitas dan pelayanan yang lebih baik, bukan hanya transportasi.

"Mungkin kita harus tingkatkan dari segi akomodasi, kita tingkatkan dari segi transportasinya, tapi pas sampai di sana mereka juga harus mendapat sumber energi dan sumber energinya itu dari listrik," pungkas dia. 




(REN)