Tantangan Anies-Sandi Menghadapi Ibu Kota

   •    Rabu, 11 Oct 2017 12:18 WIB
gubernur dki jakartaanies-sandi
Tantangan Anies-Sandi Menghadapi Ibu Kota
Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI terpilih Anies Baswedan (bawah kanan)-Sandiaga Uno (bawah kiri). (Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak)

Metrotvnews.com, Jakarta: Mantan Tim Pemenangan Anies-Sandi Anggawira mengatakan tantangan terbesar yang akan dihadapi Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan dan Sandiaga Uno setelah dilantik nanti pada 16 Oktober 2017 adalah menyatukan kembali kelompok masyarakat yang sempat terpecah.

Melalui program yang disiapkan dan komunikasi yang telah dijalin antara gubernur terpilih dan semua elemen masyarakat dan Pemda DKI diharapkan lebih memudahkan Anies-Sandi untuk menjalankan pemerintahan yang baru.

"Komunikasi dan program yang sudah kita siapkan mendapat banyak masukan untuk diperkuat. Tapi yang terpenting Saya rasa Anies-Sandi terbuka dan bisa menerima semua masukan dan mau untuk berjalan bersama-sama," kata Angga, dalam Prime Talk, Selasa 10 Oktober 2017.

Sementara itu, meskipun tak sedikit pendukung Basuki-Djarot yang kecewa atas keterpilihan Anies-Sandi sebagai gubernur periode baru, Ruhut Sitompul yang pernah menjadi tim pemenangan cagub-cawagub nomor urut dua memastikan pendukung Ahok-Djarot akan menerima siapapun yang akan memegang tampuk kekuasaan di DKI.

Menurut Ruhut, yang perlu diwaspadai oleh Anies-Sandi justru dari pendukungnya. Sebab, bukan tidak mungkin pendukung Anies-Sandi yang berjumlah 57 persen dari total penduduk DKI itu akan menagih janji yang sempat dilontarkan selama masa kampanye.

"Kalau pendukung Ahok-Djarot enggak usah khawatir (pasti mendukung). Yang mungkin harus diwaspadai oleh Anies-Sandi justru pendukungnya sendiri, karena janji-janjinya seperti rumah 0 persen, belum tiap kecamatan Rp1 miliar itu yang harus diwaspadai," kata Ruhut.

Ruhut mengatakan untuk mengambil hati warga DKI Jakarta, paling tidak Anies dan Sandi harus memiliki standar pelayanan yang sama seperti pendahulunya; Jokowi, Basuki, dan Djarot.

Jangan sampai, ketika Anies-Sandi tidak dapat mengimbangi standar ketiga tokoh ini orang akan keliru menyebut siapa gubernur DKI yang tengah menjabat.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Pengamat Politik Hanta Yudha. Menurut dia, tantangan besar yang akan dihadapi Anies-Sandi usai dilantik menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta merajut kembali baik isu di DKI Jakarta maupun warganya.

"Ini penting karena harus sevisi, tidak hanya tantangan dari lawan kelompok sebelumnya tetapi juga kelompok pendukung Anies-Sandi. Soal nanti apakah ada jatah dan seterusnya, jabatan dan lain-lain, itu juga menjadi tantangan sendiri," ungkap Hanta.

Kedua, kata Dia, pemerintahan terpilih nanti akan membutuhkan konsolidasi politik yang memadai. Anies-Sandi tentu harus mendapat dukungan dari rekanan di pemerintahan untuk menyusun RAPBD 2018. Kemampuan Anies-Sandi dalam merancang RAPBD 2018 akan menentukan janji politik yang sudah terlanjur diucapkan.

"Saya setuju bahwa tantangan kedepan bukan hanya simpul warga, tetapi juga konsolidasi politik serta pembuktian," katanya.

Selain itu, Hanta mengatakan paling tidak Anies-Sandi harus menguasai kekuatan pemerintahan sebelumnya. Misalnya dari penataan birokrasi dan pelayanan publik yang relatif cukup tinggi keberhasilannya saat pemerintahan Ahok-Djarot.

"Itu akan jadi tantangan Anies-Sandi melakukan penataan birokrasi dan pelayanan publik, apakah menurun, sama atau naik. Yang perlu diingat juga janji politik yang bombastis dan inovatoif itu suka tidak suka untuk tahun pertama publik akan menunggu," jelasnya.




(MEL)