Warga Pilih Bongkar Bedeng Sendiri

Nur Azizah    •    Senin, 13 Nov 2017 11:42 WIB
penertiban
Warga Pilih Bongkar Bedeng Sendiri
Ros, salah satu penghuni bantaran Kanal Banjir Barat, Jakarta. Foto: Metrotvnews.com/Nur Azizah

Jakarta: Hampir seluruh bedeng di sepanjang jalan Kanal Banjir Barat (KBB) sudah dibongkar pemiliknya. Yang tersisa hanya tumpukan kayu, bambu, dan terpal sebagai atap.

Ros, salah satu pemilik bedeng, mengaku sudah membongkar tempat tinggalnya sejak kemarin sore. Ia memilih membongkar bedengnya sendiri daripada dibongkar Pemerintah.

"Ya, enggak apa-apa bongkar sendiri saja daripada dibongkar paksa," kata Ros di Jalan Tenaga Listrik, Jakarta Pusat, Senin, 13 November 2017.

Ros mendapat informasi bakal ada penertiban sekitar seminggu lalu. Informasi itu dia dapat dari petugas Kecamatan Tanah Abang.

"Ada yang kasih surat. Katanya mau digusur," kata Ros di Jalan Tenaga Listrik, Jakarta Pusat, Senin, 13 November 2017.

Selain Ros, Rusdi juga memilih membongkar tempat tinggalnya sendiri. Saat Metrotvnews.com, tiba di lokasi, bedeng milik Rusdi sudah roboh.

Sudah lebih 10 tahun Rusdi mendirikan gubuk-gubukan di sana. Berulang kali dibongkar, berulang kali pula dibangun kembali.

"Sering bongkar pasang tapi, ya, gimana enggak ada uang buat sewa tempat," kata Rusdi sembari mencari sisa-sisa barang yang bisa diselamatkan.

Baca: Penertiban Perdana Era Anies-Sandi Dijamin Santun

Pemprov DKI Jakarta menertibkan 130 gubuk liar di sepanjang Jalan Inspeksi Kanal Banjir Barat (KBB). Kegiatan ini menjadi agenda penertiban pertama era Gubernur dan Wakil Gubernur Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede menjamin penertiban dilakukan sebaik mungkin. Apalagi, alasan penertiban ialah gubuk berdiri di atas area fasilitas umum.

"Maka kita ingatkan. Penertiban tidak dengan kasar, tapi dengan sopan santun," tegas Mangara.




(UWA)