Urusan HGB Pulau D cuma Sehari

Nur Azizah    •    Selasa, 29 Aug 2017 15:25 WIB
reklamasi teluk jakarta
Urusan HGB Pulau D cuma Sehari
Kepala Kantor Wilayah BPN DKI Jakarta M. Najib Taufieq - MTVN/Nur Azizah

Metrotvnews.com, Jakarta: Penerbitan sertifikat Hak Guna Bangunan Pulau D terbilang singkat. Hanya satu hari, selesai.

Pada 23 Agustus 2017, surat ukur nomor 00976/KamalMuara/2017 dengan luas tanah 3,12 juta meter persegi itu terbit. 24 Agustus 2017, keluarlah Sertifikat HGB Pulau D.

Kepala Kantor Wilayah BPN DKI Jakarta M. Najib Taufieq menuturkan, penerbitan HGB berpatokan dengan Hak Penggunaan Lahan (HPL). Dalam HPL, terdapat peta bidang pengukuran lahan.

"Sepanjang tidak ada perubahan luas, maka peta bidang ini bisa disalin untuk penerbitan HGB," kata Najib di kantor BPN DKI Jakarta, Jatibaru, Jakarta Pusat, Selasa, 29 Agustus 2017.

Ia menyampaikan, selama tidak ada perubahan luas, BPN tidak perlu mengukur ulang. Dengan begitu, lanjut dia, proses penerbitan HGB jadi lebih cepat.

"Kami juga enggak perlu periksa surat-surat tanah yang dia bebaskan dari siapa-siapa saja. Ini merupakan pengejawantahan dari tugas melalui Kepres. Jadi cuma 1 aja kepres ini bunyinya sekian, selesai. Jadi cepat," beber dia. 

(Baca juga: Penerbitan HGB Pulau D Diklaim Sesuai Aturan)


HGB Selesai Cepat Merespon Permintaan Presiden 

Kinerja BPN Jakarta Utara yang dalam sehari mengeluarkan HGB Pulau D mendapat respon beragam. Banyak pihak yang mempertanyakan proses penerbitan sertifikat HGB itu.

Najib mengaku, kinerja cepat BPN dipacu oleh ucapan Presiden Joko Widodo soal penerbitan sertifikat hak milik beberapa waktu lalu. Ia mengatakan, BPN ingin memudahkan masyarakat.

"Presiden bilang jangan perlambatan masyarakat untuk dapat sertifikat. Ombudsman juga mengatakan, kalau bisa dipercepat kenapa diperlambat," ujar dia. 

Najib tak khawatir dengan anggapan masyarakat soal penerbitan HGB Pulau D yang sangat singkat ini. Ia hanya ingin menunjukkan BPN bisa bekerja cepat.

"Jangan terus negative thinking. Jangan dipandang sebagai hal yang luar biasa. Ini adalah ungkapan keinginan kami untuk berubah," pungkas dia. 

(Baca juga: Ini Alasan BPN Terbitkan HGB Pulau D)





(REN)