Nama Simpang Badja Ditolak

LB Ciputri Hutabarat    •    Jumat, 14 Jul 2017 12:01 WIB
jalan layang
Nama Simpang Badja Ditolak
Simpang susun Semanggi, Jakarta Pusat. Foto: Antara/Widodo S. Jusuf

Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengaku lebih sepakat dengan nama Simpang Susun Semanggi ketimbang dengan nama Simpang Badja. Ihwal penamaan ini sudah pernah ia bicarakan dengan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

"Sejak awal kami sepakat menamakan jalan layang itu Simpang Susun Semanggi. Saya pribadi lebih sepakat itu," kata Djarot di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat, 14 Juli 2017.

Ribuan netizen meminta agar nama Simpang Susun Semanggi diubah menjadi Lingkar Badja. Permintaan ini ramai didukung di change.org. Pemilik akun, Silvester Edhiyuno, menggagas petisi itu dan ditujukan bagi Presiden Republik Indonesia. Sampai saat ini, sudah ada 5.001 dukungan.

"Untuk mengenang kerja keras mereka (Ahok-Djarot) kepada bangsa dan negara, khususnya warga Ibu Kota, mari kita dukung melalui petisi (dan karangan bunga saat peresmian nanti) untuk menamai Simpang Susun Semanggi dengan "Lingkar Badja"," tulis Silvester dalam akunnya di Change.org.

Baca: Nama Simpang Susun Semanggi Diusulkan 'Simpang Badja'

Djarot mengatakan penggunaan nama lain selain 'Semanggi' dikhawatirkan akan dipersoalkan. "Sehingga tidak ada persepsi yang macam-macam yah. Kan repot," kata dia.

Kepastian pengoperasikan Simpang Susun Semanggi akan diputuskan di dalam rapat pimpinan. Rencananya jalan melingkar ini mulai diresmikan 17 Agustus 2017.

"Usulan namanya kan sementara dua ini. Nanti besok waktu rapim akan kita putuskan. Kami usulkan untuk diatur di dalam keputusan gubernur," kata Djarot.




(UWA)