Macet di Jalur Bogor-Sukabumi Semakin Parah

Dede Susianti    •    Rabu, 13 Sep 2017 07:09 WIB
kemacetan lalu lintas
Macet di Jalur Bogor-Sukabumi Semakin Parah
Kemacetan di Ciawi menuju Sukabumi. Foto: MI/Dede Susianti

Metrotvnews.com, Bogor: Macet di jalur Ciawi, Kabupaten Bogor, menuju Sukabumi atau sebaliknya semakin parah. Kemacetan diakibatkan belum rampungnya pembangunan Jembatan Cisadane.

Solusi kemacetan akibat pembangunan jembatan itu sebenarnya sudah ada. Jauh-jauh hari Himpunan Pengusaha Kecamatan Caringin (HPKC) sudah menyampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Bogor untuk membuat dua jembatan darurat. Tujuannya supaya selama proses pengerjaan pembangunan Jembatan Cisadane, arus lalu lintas tetap dua lajur sehingga tidak menimbulkan kemacetan parah.

Tapi saat ini, ketika proses pengerjaan proyek sudah berjalan selama 300 hari kerja, baru ada satu jembatan darurat atau bailey yang dibangun. Akibatnya, jalur Bocimi macet parah. Pembangunan fisik Jembatan Cisadane akan dimulai pengerjaannya setelah jembatan darurat selesai.

"Kami sudah usulkan lama. Dalam pertemuan itu, Bupati Bogor menerima usulan warga dan pengusaha. Pihaknya (pemkab) pun langsung melakukan komunikasi dengan pihak PUPR," ujar salah seorang pengurus HPKC yang juga tokoh masyarakat Caringin, Saprudin Jepri, kemarin.

Dari hasil komunikasi itu, ada kesepakatan. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan membangunkan dua jembatan darurat atau baley. Untuk kebutuhan dua jembatan itu, pihak Kemen PUPR meminta kerja sama pemkab dan warga menyiapkan lahan.

"Kami dan pemkab sudah siapkan lahannya," kata Saprudin.

Namun, lahan itu justru tak digunakan. "Percuma, pemkab sudah banting tulang menyiapkan lahan malah tidak dihargai. Kemacetan parah merugikan kami," katanya.

Belum Diputuskan

Terkait soal ini, Edyson Rombe, Kepala Bidang Preservasi dan Peralatan II, Kemen PUPR mengatakan, pihaknya sudah menerima usulan dari pihak pengusaha, pengguna jalan, dan Pemkab Bogor.

Namun saat ini, katanya, belum ada keputusan apakah akan kembali dibangun satu jembatan sementara lagi seperti yang diusulkan.

"Sudah ada usulan itu. Dan, kami berkoordinasi dengan pemkab dan pelaku usaha di sana. Saat ini belum diputuskan. Baru besok, mungkin diputuskan," kata Rombe saat dimintai konfirmasinya oleh Media Indonesia melalui jaringan ponselnya, kemarin.

Dia menjelaskan diawal disepakati hanya satu jembatan bailey yang dibangun selama proses pengerjaan penggantian Jembatan Cisadane. Namun, kemudian ada usulan dua jembatan bailey mengingat perkembangan kondisi di sekitarnya.

"Kami dari bina marga sedang bekerja sama dengan pengusaha untuk menambah satu lagi jembatan. Tadi sore diskusikan," katanya.

Jembatan bailey ditargetkan selesai 19 September. Ketika mulai dioperasikan, jembatan ini hanya berfungsi satu lajur.

Dengan selesainya jembatan bailey, proses pengerjaan penggantian Jembatan Cisadane pun dimulai. Jembatan yang dibangun pada 1970 itu akan dirobohkan terlebih dulu sebelum dibangun kembali.




(UWA)

IDI: Pemeriksaan Kesehatan Setnov Sudah Sesuai Kaidah Kedokteran

IDI: Pemeriksaan Kesehatan Setnov Sudah Sesuai Kaidah Kedokteran

40 minutes Ago

IDI menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan Setya Novanto untuk second opinion berdasarkan kaid…

BERITA LAINNYA