Menanti Integrasi MRT, LRT, dan TransJakarta di Tahun 2018

Intan fauzi    •    Minggu, 16 Jul 2017 06:57 WIB
proyek mrttransportasi
Menanti Integrasi MRT, LRT, dan TransJakarta di Tahun 2018
Pekerja menyelesaikan pembangunan proyek Mass Rapid Transit (MRT) di kawasan Bundaran HI - MI/Immanuel Antonius

Metrotvnews.com, Jakarta: Pembangunan Simpang Susun Semanggi salah satu tujuannya untuk mengurai kemacetan Ibu Kota di Jalan Jenderal Gatot Subroto dan kolong Jalan Jenderal Sudirman. Namun, tujuan itu dinilai tak akan maksimal jika tidak dilakukan integrasi antarmoda angkutan umum massal di Jakarta.

"Simpang Susun Semanggi katanya cuma 20 persen bisa mengurai kemacetan. Tapi kan sudah disiapkan alternatif angkutan umum masal, MRT (mass rapid transit), LRT (ligt rail transit), TransJakarta terintegrasi seluruh angkutan umum di Jakarta," kata pengamat transportasi Azas Tigor Nainggolan dalam Prime Time News Metro TV, Sabtu 15 Juli 2017.

Kalau integrasi itu bisa dijalankan, kemudian ditambah integrasi dengan commuter line, Tigor yakin angkutan umum massal di Ibu Kota akan sangat mumpuni. "Itu akan sangat dahsyat Jakarta, angkutan umum massalnya akan sangat bagus," tutur Tigor.

Ia bilang, semuanya itu semestinya sudah bisa dirasakan tahun 2018. Mengingat, proyek MRT dan LRT juga dipersiapkan untuk Asian Games 2018.

(Baca juga: Djarot Jamin Pekerjaan Sipil MRT Rampung Mei 2018)

"2018-2019 sudah oke, sudah jalan, tinggal ke depan menyusul kebijakan mengendalikan penggunaan kendaraan motor pribadi," ucap Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA) itu.

Tigor optimistis proyek MRT akan rampung tepat waktu. Diketahui, Fase pertama pembangunan MRT, rute Lebak Bulus-Bunderan HI sudah selesai 70 persen.

"Targetnya juga sudah melebihi target sehingga 2018 bisa sudah langsung jalan," kata dia.

Uji coba untuk MRT selama tiga bulan dinilai cukup oleh Tigor. Uji coba bakal dilakukan selama pelaksanaan Asian Games.

"Selama Asian Games sudah bisa (uji coba), akan kelihatan di mana butuh peningkatan-peningkatannya," tutur Tigor.

Namun untuk proyek LRT, Tigor agak pesimistis bisa selesai tepat waktu. "LRT kan masih berapa persen, targetnya akan mundur sedikit saya lihat. Ini butuh keseriusan LRT," tandas dia.

(Baca juga: Realisasi Pembangunan LRT Jabodebek Baru 15%)


 


(REN)