Tunggakan Kompensasi Bantargebang

Djarot: Bukan karena Pemprov DKI tak Mampu Bayar

Intan fauzi    •    Jumat, 15 Sep 2017 11:22 WIB
pemprov dki
Djarot: Bukan karena Pemprov DKI tak Mampu Bayar
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat --Metrotvnews.com/Nur Azizah

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemprov DKI Jakarta berutang Rp64 miliar untuk dana bantuan kompensasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat belum mengetahui detil soal utang itu.

"Tanyakan ke (Biro) Tapem (tata pemerintahan) ya apa betul begitu. Ini menyangkut masalah proses pencairan dana," kata Djarot di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat 15 September 2017.

Djarot meyakinkan, utang itu bukan karena Pemprov DKI tak mampu membayar. Namun untuk pencairan dana biasanya perlu melalui proses penganggaran sehingga membutuhkan waktu.

"Mampu bayar, pasti mampu. Tapi kita juga kan punya mekanisme anggaran. Mungkin terkendala itu kalau ada seperti itu, masak kita enggak mampu orang anggaran luar biasa loh gedenya," ungkap Djarot.

Baca: Pemprov DKI Utang Rp64 Miliar ke Bekasi

Pemprov DKI Jakarta memiliki utang sebesar Rp64 miliar untuk pembayaran dana bantuan kompensasi TPST Bantargebang. Asisten Daerah III Kota Bekasi, Dadang Hidayat, mengatakan, proposal dana bantuan perbaikan lingkungan atas kompensasi TPST Bantargebang sudah diserahkan sejak Mei 2017.

Namun sampai sekarang uang itu belum dibayarkan. "Alasannya karena tidak ada uang," kata Dadang, Kamis 14 September 2017.

Pemkot Bekasi sendiri menolak menalangi utang itu. Padahal anggaran tersebut, kata Dadang, digunakan untuk membangun dan memperbaiki infrastruktur. Di antaranya penanggulangan kerusakan lingkungan, pemulihan lingkungan dan biaya kesehatan lingkungan. "Terpaksa ditunda hingga tahun depan," kata Dadang.


(YDH)