Rencana Pelarangan Motor dari HI ke Senayan Belum Final

Arga sumantri    •    Jumat, 11 Aug 2017 15:46 WIB
pembatasan sepeda motor
Rencana Pelarangan Motor dari HI ke Senayan Belum Final
Rambu larangan melintas bagi pengguna sepeda motor yang terpasang di Jalan Jenderal Sudirman, sudah terpasang di kawasan Semanggi, Jakarta, Rabu (20/4/2016). Foto: MI/Galih Pradipta

Metrotvnews.com, Jakarta: Rencana memperluas kawasan larangan sepeda motor dari Bundaran Hotel Indonesia hingga Bundaran Senayan belum final. Polisi dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih mengkaji wacana itu.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagarra mengatakan, sejauh ini wacana itu baru sebatas saran. Belum ada kesimpulan jadi tidaknya saran akan dieksekusi.

"Itu disarankan kemarin, tapi belum mendapat keputusan," kata Halim saat dihubungi, Jumat 11 Agustus 2017.

Kalaupun wacana itu jadi diberlakukan, kata dia, ada sejumlah tahapan awal yang mesti ditempuh. Misalnya, sosialisasi, uji coba, lalu evaluasi.

Jika merujuk aturan, Halim bilang, kebijakan perluasan kawasan larangan sepeda motor sah dilakukan. Polisi dan pemerintah berpegang pada Pasal 133 ayat 3 Undang-undang Lalu Lintas.

Aturan itu mengatur pembatasan lalu lintas dapat dilakukan dengan pengenaan retribusi pengendalian lalu lintas yang diperuntukkan bagi peningkatan kinerja lalu lintas dan peningkatan pelayanan angkutan umum. "Itu sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," lanjutnya.

Halim berharap, perluasan kawasan larangan sepeda motor dapat mengurai kemacetan. Namun, sekali lagi, wacana ini masih dikaji dengan matang. Penambahan sarana angkutan umum, pelebaran jalan, dan perbaikan infrastruktur jalan mesti juga sejalan jika wacana itu jadi digulirkan.

"Jangan sampai larangan tersebut justru hanya akan memindahkan kemacetan di ruas jalan lain," kata dia.


(MBM)