Sandi Sebut Proses Mediasi Sodetan Ciliwung Hampir Rampung

Haifa Salsabila    •    Selasa, 13 Feb 2018 15:10 WIB
sodetan kali ciliwung
Sandi Sebut Proses Mediasi Sodetan Ciliwung Hampir Rampung
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno--Medcom.id/Lis Pratiwi

Jakarta: Proses mediasi dengan warga Bidara Cina, Jakarta Timur terkait proyek sodetan yang menghubungkan Kali Ciliwung dengan Kanal Banjir Timur (KBT) sedang berlangsung. Warga pun siap merelakan tanah mereka. 

“Kita mulai, kita sudah kick off dialognya, dan juga ada pembicaraan dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Yang lahannya dimiliki oleh Pemprov DKI, enggak ada masalah,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Benteng Selatan, Jakarta Pusat, Selasa, 13 Februari 2018. 

Sandi menjelaskan, jalan tengah terkait pembebasan lahan milik pribadi pun sudah mulai disepakati. Pemprov DKI akan memberikan kompensasi pada warga terdampak. 

“Kita harap juga yang dari privat itu bisa memberikan subsidi silang pada masyarakat yang selama ini tinggal di lahan tersebut dan mereka akan mendapat kompensasinya,” papar Sandi. 

Baca: Lahan Warga Terdampak Sodetan Ciliwung Diukur Ulang

Ia mengatakan akan merelokasi para warga ke rumah susun (rusun) berkonsep hybrid yang memang sedang dirancang Pemprov DKI. Sehingga warga tak harus pindah jauh dari pemukiman sebelumnya. 

"Kita harus sediakan seperti ini pendekatannya sebetulnya. Hybrid housing, dan itu yang  sekarang kita lagi pacu bagaimana mereka dapat rumah tinggal di dekat tempat mereka sekarang,” tandas Sandi. 

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memerintahkan Anies-Sandi menuntaskan proyek sodetan Kali Ciliwung. Sodetan itu penting untuk mengalihkan aliran air Ciliwung ke Kanal Banjir Timur (KBT).
 
Menurutnya, pembangunan sodetan itu dapat menyelesaikan masalah banjir yang selama ini menghantui masyarakat Ibu Kota. Artinya, kata dia, bila Kali Ciliwung meluap, air bisa dikirim ke Kanal Banjir Timur (KBT).
 
"Itu yang saya sampaikan ada hal yang belum selesai segera diselesaikan," ujar Jokowi beberapa waktu lalu.
 
Sedianya sodetan Ciliwung selesai pada Oktober 2015. Namun, ada lahan seluas 1,35 hektare yang bermasalah. Padahal lahan itu diperlukan buat area pintu masuk air (inlet) dari Kali Ciliwung ke KBT.
 
Warga Bicara Cina mengajukan class action Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 2015. Warga meminta Majelis Hakim membatalkan sertifikat Nomor 227 yang menyebut lahan di RW 04 milik Pemprov DKI.
 
Majelis hakim mengabulkan gugatan warga Bidara Cina bernomor 59/G/2016/PTUN. Dengan dikabulkannya gugatan tersebut, Gubernur DKi jakarta saat itu Basuki Tjahaj Purnama harus mencabut Surat Keputusan Gubernur DKI Nomor 277/2015 tentang Penetapan Lokasi Pembangunan Inlet Sodetan Kali Ciliwung menuju KBT.
 
Kepala Dinas Tata Air Teguh Hendrawan menjelaskan, ada dua terowongan di area Sodetan Ciliwung yang bertemu di arriving shaft Jalan Otista III. Masing-masing terowongan memiliki panjang 1.270 meter dengan kedalaman terowongan 14 meter di bawah permukaan tanah.
 
Melihat alotnya pembebasan lahan di Bidara Cina, gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama akhirnya merevisi target penyelesaian proyek tersebut pada 2017.



(YDH)