Penataan Kota Tua Dikebut

Akmal Fauzi    •    Rabu, 14 Feb 2018 16:47 WIB
asian games 2018
Penataan Kota Tua Dikebut
Pengunjung berfoto di depan Museum Fatahilah saat berwisata di kawasan Kota Tua, Jakarta, Sabtu (9/7/2016). Foto: MI/Arya Manggala

Jakarta: Kawasan Kota Tua akan dijadikan destinasi wisata atlet saat Asian Games 2018. Kawasan Kota Tua akan dijadikan pusat perbelanjaan souvenir gelaran Asian Games 2018.
 
Hal utama yang dilakukan penataan pedagang kaki lima (PKL). Pedagang akan dipindah ke lokasi binaan (lokbin) Jalan Cengkeh.
 
"Khususnya di area vital seperti di seputaran Museum Fatahillah harus bersih dari pedagang," kata Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua, Norviadi S. Husodo di Jakarta, Rabu 14 Februari 2018.
 
Para PKL akan ditampung di lokbin seluas 1,2 hektare. Namun, lahan itu diperkirakan tidak mampu menampung semua PKL. Menurut data sementara, ada sebanyak 1000 PKL di Kota Tua. Lokbin diprediksi hanya mampu menampung 40 atau 50 persennya PKL.

Baca: Kota Tua Bakal Disulap jadi Pasar Suvenir saat Asian Games
 
"Perlu tempat lain agar pedagang tidak membeludak ke luar. Seperti di Jalan Kemukus di belakang Bank BNI. Jadi pedangan kuliner dan souvernir bisa dipisah," ujarnya.
 
Alur masuk dan keluar pengunjung akan diatur, masuk di sisi barat dan keluar pada sisi timur. Tujuannya, agar semua destinasi wisata di Kota Tua bisa didatangi oleh pengunjung. Mulai dari pusat kuliner, souvernir atau oleh-oleh dan foto-foto.
 
Asian Games menjadi momen untuk memperkenalkan Kota Tua. Masyarakat kebanyak hanya mengetahui Museum Fatahillah di Kota Tua. Padahal ada Vihara Dharma Bakti, Pelabuhan Sunda Kelapa, Luar Batang, Pekojan, dan Glodok masih masuk kawasan Kota Tua.




(FZN)