KRL Masih Rawan Kejahatan Seksual

Arga sumantri    •    Jumat, 09 Feb 2018 19:48 WIB
krlpelecehan seksual
KRL Masih Rawan Kejahatan Seksual
Ilustrasi KRL. Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya

Jakarta: PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mencatat terjadi 12 kasus pelecehan terhadap penumpang kereta sepanjang 2017. Kasus pelecehan terjadi bukan hanya di dalam KRL, tapi juga di stasiun.
 
"PT KCI mencatat sepanjang 2017 terdapat 12 kasus pelecehan seksual di dalam KRL maupun stasiun," kata VP Komunikasi Perusahaan, Eva Chairunisa, dalam keterangan tertulisnya kepada Medcom.id, Jumat, 9 Februari 2018.
 
Sementara itu, hingga pekan pertama Februari, kata Eva, sudah terjadi dua kasus pelecehan di dalam KRL. Dari seluruh kasus yang ada, kata dia, proses hukumnya mandek.
 
"Tidak ada yang proses hukumnya dapat berjalan hingga tuntas karena keengganan korban melanjutkan laporan kasusnya sesuai prosedur aparat penegak hukum," ujarnya.
 
Melihat kasus pelecehan yang tergolong tinggi itu, PT KCI coba menggalakkan edukasi dan sosialiasi pencegahan pelecehan seksual. Pengguna kereta diminta tak takut melapor manakala melihat atau menjadi korban pelecehan.
 
"Tidak perlu takut untuk melapor karena ada pihak-pihak yang senantiasa bersedia untuk memberikan pendampingan hingga selesainya proses hukum," ujarnya.
 
Hari ini, PT KCI memulai kampanye pencegahan pelecehan seksual pengguna kereta. Sosialiasi dan edukasi digelar di Stasiun Tanah Abang bersama sejumlah komunitas pengguna KRL.

Baca: Beraksi di KRL, Pencopet Ini Dipajang di Stasiun Manggarai

 
Eva mengatakan kegiatan bertujuan memberikan pemahaman kepada para pengguna KRL untuk mengerti bentuk-bentuk pelecehan seksual. Kampanye juga bertujuan untuk memberi edukasi bagaimana melakukan upaya pencegahan, hingga membantu diri sendiri atau orang lain yang menjadi korban pelecehan.
 
"Dengan kewaspadaan dan kepedulian bersama dari pengguna yang telah memiliki pengetahuan, kami harapkan dapat mencegah dan mengurangi kemungkinan terjadinya pelecehan," jelas Eva.
 
Pada kesempatan ini, pengguna KRL maupun masyarakat diajak menandatangani petisi daring guna mendorong pengesahan Rancangan Undang-undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual melalui: http://chn.ge/2DS8p1f .
 
"Kegiatan ini akan berlangsung dua kali setiap bulannya hingga April mendatang di stasiun-stasiun KRL dengan jumlah pengguna terbesar," pungkasnya.




(FZN)