Tarik Tunai KJP Plus Sulit Diawasi

Nur Azizah    •    Jumat, 08 Jun 2018 12:29 WIB
kjp plus
Tarik Tunai KJP Plus Sulit Diawasi
KJP Plus ilustrasi - MI/Angga Yuniar.

Jakarta: Kebijakan tarik tunai pada Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus menuai kontroversi. Pasalnya, penggunaan uang secara tunai sulit diawasi.

"Nah sekarang siapa yang bisa kontrol kalau misalnya digunakan untuk beli baju baru, untuk lebaran yang tidak ada kaitannya dengan kegiatan belajar mengajar," kata Anggota Komisi D DPRD DKI Steven Setiabudi Musa saat dihubungi, Jakarta, Jumat, 8 Juni 2018.

Steven menyampaikan, tidak ada yang sanggup mengawasi ratusan ribu anak penerima KJP bila tidak melalui sistem. Ia menilai, kebijakan tersebut sebuah kemunduran.

"Bagaimana cara mengawasi ratusan ribu anak penerima KJP? Penerima KJP sudah 500 ribu lebih sekarang. Apa satu persatu diawasi? Kan enggak mungkin. Orang sudah diambil tunai mau beli apa saja kan enggak ada yang tahu," tukas dia. 

Steven meminta Pemprov mencari formula yang terbaik. Di mana distribusi KJP Plus harus tepat sasaran dan tepat fungsi.

Dulu, pengambilan secara nontunai dilakukan lantaran kacaunya sistem tunai di awal program KJP. Saat itu, pengunaan KJP banyak diselewengkan. 

"Waktu periode pertama KJP itu kan semrawut, banyak yang ngambil tunai dan tidak terkontrol. Bahkan ada kuitansi karaoke, bengkel, nah ketakutan kita hal itu akan terjadi lagi. Ketika ada tunai jadi pemakaian yang tidak tepat sasaran," ujarnya.

(Baca juga: Tarik Tunai KJP Plus Kemunduran)




(REN)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA