Ahok - Djarot Dianggap Awal Kemenangan Rakyat

Al Abrar    •    Rabu, 21 Sep 2016 12:11 WIB
pilgub dki 2017
Ahok - Djarot Dianggap Awal Kemenangan Rakyat
Ahok - Djarot saat deklarasi di kantor DPP PDI Perjuangan. Foto: MI/Arya Manggala

Metrotvnews.com, Jakarta: Empat partai resmi mendukung Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama - Djarot Saiful Hidayat pada Pilkada DKI Februari 2017. Jika tak ada halangan, siang ini, pasangan tersebut mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum.

Golkar, salah satu partai pendukung, yakin kepastian pasangan Ahok - Djarot sebagai awal kemenangan warga Jakarta. Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta Fayakhun Andriadi menyampaikan, selama memimpin, keduanya cukup berhasil membawa Jakarta menjadi lebih baik.

"Mulai reformasi birokrasi, pelayanan kesehatan dan pendidikan, keberpihakan kepada rakyat kecil seperti marbot masjid dan petugas kebersihan kota, mengurangi banjir secara signifikan, menata taman perkotaan, peningkatan ekonomi, dan sebagainya," kata Fayakhun, Rabu (21/9/2016).



Fayakhun mengakui, sejak resmi mendukung Ahok sebagai bakal calon gubernur tiga bulan lalu, banyak pihak yang mencoba memprovokasi Golkar agar menarik dukungan dari Ahok. Langkah itu diharapkan bisa menggagalkan Ahok mengikuti Pilkada 2017.

"Provokasi lewat berbagai cara, mulai yang ilmiah, gerakan jalanan, lobi-lobi politik, dan sebagainya. Harus diakui bahwa itu hal yang sangat lumrah dalam demokrasi. Hanya, Golkar tetap konsisten mendukung Ahok, begitu juga PDI Perjuangan kukuh mempertahankan pasangan Ahok - Djarot," ungkap Fayakhun.

Fayakhun meyakini, sejauh ini Ahok-Djarot adalah calon terbaik yang dikehendaki masyarakat untuk memimpin Jakarta lima tahun ke depan.

"Dengan didaftarkannya pasangan Ahok-Djarot pada hari ini, maka menyudahi semua spekulasi politik tentang siapa pasangan Ahok. Menyudahi semua upaya politik pihak-pihak berkepentingan dalam menjegal terwujudnya pasangan terbaik Ahok - Djarot."

Dia menyebut, partai pendukung, yakni NasDem, Golkar, Hanura, dan PDI Perjuangan, serta barisan relawan dan simpatisan akan menjelma menjadi people power untuk memenangkan Ahok - Djarot. "Dengan izin dan rida Tuhan, insya Allah pasangan ini akan memenangkan suara rakyat," ujar Fayakhun.

Pengamat politik Gun Gun Heryanto dan Yunarto Wijaya memprediksi komposisi Ahok - Djarot memenangkan suara warga Ibu Kota. Gun Gun menilai PDI Perjuangan menerapkan teori struktur peluang (opportunity structure) untuk menyandingkan Ahok dengan Djarot.

"Peluang (kemenangan) ada di incumbent," ujar Gun Gun.

Sedangkan Yunarto mengatakan Ahok - Djarot merupakan perpaduan calon berelektabiltas tinggi dengan mesin partai terkuat, PDI Perjuangan. "Secara kuantitatif dan logika kualitatif, pasangan Ahok - Djarot ini berada di atas angin."

Poltracking Indonesia mengukur elektabilitas dengan mensimulasikan pasangan bakal cagub - bakal cawagub. Hasilnya, simulasi pasangan Ahok - Djarot unggul di atas 30 persen dari pasangan lain.

Dalam simulasi tiga pasangan pertama, Ahok - Djarot dipilih 33,20 persen responden, Sandiaga Uno - Saefullah (16,15 persen), Yusril Ihza Mahendra - Yoyok Riyo Sudibyo (13,51 persen). Tidak tahu atau tidak menjawab 37,14 persen.

Simulasi kedua, Ahok - Djarot dipilih 34,10 persen responden, Anies Baswedan - Yoyok Riyo (15,62 persen), Sandiaga Uno - Saefullah (15,13 persen). Tidak tahu atau tidak menjawab 35,15 persen.



Dalam simulasi dua pasangan, dukungan kepada Ahok - Djarot lebih tinggi dibandingkan bila pilkada diikuti tiga pasangan.

Simulasi dua pasangan pertama, dukungan kepada Ahok - Djarot 37,95 persen dengan dukungan kepada lawan Anies Baswedan - Sandiaga Uno 36,38 persen. 25,67 persen tidak tahu atau tidak menjawab.

Kalau lawan Ahok disimulasikan Yusril Ihza - Sandiaga Uno, tingkat keterpilihan Ahok - Djarot naik menjadi 44,62 persen. Suara yang tidak tahu atau tidak menjawab dan suara untuk Yusril - Sandiaga nyaris berimbang 26,92 persen dan 28,46 persen.


(TRK)

Ahok Dinilai Tulus Bekerja, tak Peduli Popularitas

Ahok Dinilai Tulus Bekerja, tak Peduli Popularitas

9 minutes Ago

Bakal calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat (Ahok-…

BERITA LAINNYA
Video /