Parkir Ilegal di Sudirman Diperkirakan Meningkat

Lis Pratiwi    •    Jumat, 11 Aug 2017 15:55 WIB
pembatasan sepeda motor
Parkir Ilegal di Sudirman Diperkirakan Meningkat
Ilustrasi: Sepeda motor mulai dibatasi di beberapa ruas jalan Ibu Kota. Foto: MTVN/Mohammad Rizal.

Metrotvnews.com, Jakarta: Rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menutup Jalan Sudirman bagi pengendara motor dinilai dapat menimbulkan masalah baru. Parkir ilegal diperkirakan meningkat karena sulitnya akses karyawan sampai ke kantor, terutama dari gedung yang tidak memiliki pintu belakang.

Saat ini, parkir ilegal sudah tampak di beberapa ruas jalan arteri sekitar Sudirman. Umumnya, pengendara motor yang parkir di area tersebut adalah karyawan di gedung-gedung sekitarnya. 

"Sekarang saja cukup banyak yang parkir (ilegal). Kalau Jalan Sudirman ditutup, mungkin lebih banyak lagi yang parkir di luar gedung karena jauh kan," kata Yasin, salah satu penjaga parkir ilegal di kawasan Sudirman, kepada Metrotvnews.com, Jumat 11 Agustus 2017.

Yasin menuturkan, parkir ilegal kerap menjadi pilihan karena lebih murah dibandingkan parkir di gedung. Parkiran yang ia jaga juga tak membutuhkan pengendara membawa surat tanda nomor kendaraan (STNK).

Ia mencontohkan, parkir di gedung biasa memakan tarif Rp15 ribu untuk satu hari. Sementara itu, parkiran yang ia jaga tarif maksimalnya Rp10 ribu. Bahkan, jika hanya beberapa jam pengendara cukup membayar Rp4 ribu.

"Kalau langganan juga biasanya keluar masuk parkiran, misalnya mau makan siang di luar, itu enggak bayar lagi. Kalau di gedung kan kena hitungan juga," jelas Yasin.


Parkir liar di salah satu jalan arteri di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan. Foto: MTVN/Lis Pratiwi.

Yasin pun mengkawatirkan lahan parkir yang memakan badan jalan arteri dapat meningkatkan kemacetan. Namun, ia mengaku akan membantu mengatur lalu lintas antara pengendara yang lewat dengan pengendara parkir. 

Selain Jalan Sudirman, larangan motor masuk jalur protokol telah lebih dulu diberlakukan di Jalan M.H. Thamrin. Sri Ritanti, tenant relation di Sinarmas Land Plaza mengungkap, fenomena parkir ilegal meningkat di dekat area kantornya usai larangan motor 2014 lalu.

"Ada beberapa lahan yang dimanfaatkan untuk parkir di luar gedung. Itu baru ada setelah aturan larangan motor berlaku," imbuh dia.


(OGI)