Atasi Antrean Truk di Bantargebang Dinas Kebersihan akan Beli 50 Alat Berat

   •    Rabu, 19 Oct 2016 11:11 WIB
tpst bantar gebang
Atasi Antrean Truk di Bantargebang Dinas Kebersihan akan Beli 50 Alat Berat
Truk sampah DKI Jakarta melintas di area Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (5/11)--Antara/Risky Andrianto

Metrotvnews.com, Jakarta: Dinas Kebersihan DKI Jakarta akan membeli sekitar 50 hingga 60 alat berat untuk pengolahan sampah di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi. Hal ini dilakukan guna memecahkan masalah panjangnya antrean truk pengangkut sampah di Bantargebang.

"Akan ada sekitar 50-60 alat berat yang akan dibeli Dinas Kebersihan," kata Asep, Kepala UPT Dinas Kebersihan DKI Jakarta kepada Media Indonesia, Selasa (18/10/2016).

TPST Bantargebang dikelola Pemprov DKI sejak tiga bulan lalu. Sebelumnya TPST Bantargebang dikelola PT Godang Tua Jaya (GTJ). Selama dikelola Pemprov, Asep menyebut baru ada sekitar 24 alat berat. Padahal, saat dikelola PT Godang Tua Jaya (GTJ) alat berat yang beroperasi sebanyak 57 alat.

Baca: Keluhan Sopir Truk Pengangkut Sampah di Bantargebang

Pembelian 50 alat berat tersebut memakan biaya hingga lebih dari Rp100 miliar. Satu alat berat dianggarkan Rp1 miliar hingga Rp2 miliar. Saat ini anggaran yang masuk ke dalam APBD-P itu masih dalam tahap pengkajian dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Proses pengkajian baru selesai 14 hari setelah 12 Oktober.

"Sekarang APBD-P masih dikaji Setelah itu akan ada perbaikan hasil review dan penetapan oleh Banggar DPRD, baru kemudian APBD-P bisa digunakan," kata Asep.

Diperkirakan dana tersebut baru akan cair di minggu pertama November 2016. Baru di minggu ketiga dana itu bisa digunakan.

Baca: Ahok Heran Antrean Truk Ada Lagi di Bantargebang

Dana lebih dari Rp100 miliar itu pun nantinya akan digunakan sebagai dana perbaikan beberapa hal, di antaranya perbaikan jalan, perbaikan saluran dan menutup sebagian gunungan sampah menggunakan bahan membran. "Tapi semua itu baru akan kelihatan progress-nya di minggu kedua November," kata Asep.

Sebelumnya, antrean panjang hingga 1 km menuju tempat pembuangan akhir mengular hingga belasan jam. Asep memaparkan itu memang disebabkan pasokan solar yang minim. Sistem empat kali shift alat berat juga menjadi kendala.

Saat ini telah ada 450 pegawai Pemprov di Bantargebang. Angka tersebut berbeda dari jumlah pegawai saat TPST masih dikelola PT GTJ sebanyak 600 orang. Namun, Asep menyebut jumlah tersebut sudah lebih dari cukup. Idealnya, dibutuhkan 350-400 pekerja di TPST Bantargebang. "450 pegawai sudah sangat ideal," katanya.



Sebelumnya, diwacanakan pemulung-pemulung di Bantargebang akan dipekerjaan sebagai pegawai harian lepas (PHL). Dikonfirmasi, wacana tersebut tidak akan dilakukan mengingat jumlah pemulung yang mencapai 10.000 orang. Namun, Dinas Kebersihan menjamin pemulung di sana akan mendapat kartu BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan. "Tidak bisa dilakukan karena banyak sekali pemulung di sana," ungkap Asep. (Yanurisa Ananta)


(YDH)

Sandiaga: Rendah Hati dan Jangan Selebrasi Berlebihan

Sandiaga: Rendah Hati dan Jangan Selebrasi Berlebihan

39 minutes Ago

Pilgub DKI Jakarta bukan bak pertandingan sepakbola. Pemenang dan yang kalah harus merangkul se…

BERITA LAINNYA