Konsep Penggusuran Zaman Orba Sudah Berubah

Intan fauzi    •    Kamis, 16 Mar 2017 12:46 WIB
rusunawa
Konsep Penggusuran Zaman Orba Sudah Berubah
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono. Foto: MTVN/Ilham Wibowo

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah DKI janji tidak asal gusur permukiman warga seperti yang kerap terjadi saat zaman Orde Baru. Pemerintah DKI akan memberikan kompensasi berupa unit rumah susun (rusun).
 
Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono mengatakan, pemerintah berupaya membangun rusun bersamaan dengan program normalisasi sungai. Dia janji, warga di bantaran sungai tidak bakal digusur selama rusun belum tersedia.
 
Menurut Sumarsono, warga harus paham konsep relokasi. Sebab, relokasi beda dengan menggusur. Konsep menggusur hanya terjadi di zaman Orde Baru, warga digusur tanpa disediakan tempat pindah.
 
"Kalau menggusur saja, itu terjadi pada zaman Orba, zaman sekarang berubah jadi relokasi. Sebelum digusur disiapkan rusun," jelas Sumarsono saat membuka Musrenbang di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Kamis 16 Maret 2017.
 
Konsep relokasi beda dengan penggusuran. Relokasi memiliki konsep meningkatkan standar hidup layak warga, seperti pendidikan, kesehatan, pangan, dan transportasi.
 
"Ini konsep menggusur yang benar, makanya kita tinggalkan konsep menggusur beralih ke relokasi," ungkapnya.
 
Sumarsono mengungkapkan, tahun ini Pemprov DKI Jakarta bakal membangun sebanyak 10.500 unit rusun.  "Tahun 2017 ini seluruh warga yang direlokasi bisa dipenuhi di sejumlah rusun," ujar dia.


(FZN)

Gus Solah Harap tak Ada yang Kena Kartu Merah di Pilkada DKI

Gus Solah Harap tak Ada yang Kena Kartu Merah di Pilkada DKI

4 hours Ago

Ibarat bermain bola, kompetisi dalam pilkada harus sehat dan tak ada yang bermain kasar.

BERITA LAINNYA