Sandiaga Pastikan Bawang Putih di Jakarta Layak Konsumsi

Nur Azizah    •    Jumat, 01 Jun 2018 11:23 WIB
Bawang Putih
Sandiaga Pastikan Bawang Putih di Jakarta Layak Konsumsi
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Foto: Medcom.id/Ryan Ferdianto.

Jakarta: Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno memastikan bawang putih yang ada di Ibu Kota layak konsumsi. Bawang yang mengandung cacing Nematoda dipastikan tidak beredar di Jakarta.
 
"Kita selalu pastikan impor tersebut berkualitas tinggi dan impor itu legal. Semua berdasarkan izin dan ketentuan yang diterbitkan instansi terkait," kata Sandi di Monas, Jakarta Pusat, Jumat, 1 Juni 2018.
 
Sandi berharap bawang-bawang tersebut tidak didistribusikan ke Jakarta dan wilayah lainnya. Ia yakin Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan dan instansi terkait memiliki standar tinggi untuk impor bawang.
 
"Kalau ada bawang putih yang tercemar dan memiliki kualitas yang tidak baik, jangan disebarkan, jangan didistribusikan ke masyarakat," ungkapnya.
 
Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Ditipideksus) Bareskrim Polri mengungkap impor ilegal bawang putih mengandung cacing Nematoda.
 
Wakil Direktur Tipideksus Bareskrim Kombes Pol Daniel Tahi Monang Silitonga mengatakan, bawang tersebut berasal dari Tiongkok dan Taiwan. Pelakunya mengganti label impor bawang putih konsumsi dengan bawang putih untuk pembibitan.
 
"Menurut laboratorium, yang bibit mengandung cacing Nematoda dan tidak bisa dikonsumsi," ujar Daniel di gedung Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Kamis, 31 Mei 2018.

Baca: Petani Sebut Ada Praktik Jual Beli Kuota Bawang Putih

Menurut Daniel, pelaku usaha dilarang memperdagangkan bawang putih yang tidak sesuai pada label. Dalam kasus ini, para tersangka diketahui menjual dan memperdagangkan bawang putih yang tidak sesuai standar Balai Besar Karantina Tanjung Priok. Barang impor disinyalir mengandung bibit penyakit.
 
Importir berinisial TKS selaku Direktur PT. TSR kini telah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka. Ia diketahui sengaja memperdagangkan bawang putih impor yang tidak sesuai peruntukan.
 
Importir lain juga telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah MYI selaku Direktur PT. PTI dan TDJ selaku Direktur PT. CGM. Kemudian, polisi juga menetapkan tersangka kepada pejabat yang diberikan kewenangan sebagai pengendali dan pembiayaan barang impor berinisial PN.
 
Polisi telah menyita 300 ton bawang putih di Surabaya hasil impor para pelaku. Surat perjanjian antara PT. PTI dan PT. CGM, dokumen kepabeanan, nota pembelian dan surat pengiriman barang juga disita sebagai bukti.
 
Para pelaku dijerat Pasal 144 juncto Pasal 147 UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan; Pasal 62 juncto Pasal 8 ayat (1) UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan/atau Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP.




(FZN)

Fredrich Menduga Majelis Hakim tak Adil

Fredrich Menduga Majelis Hakim tak Adil

22 hours Ago

Fredrich menyesalkan sikap JPU KPK yang dinilai sengaja tidak mau menghadirkan sejumlah saksi k…

BERITA LAINNYA