Pilkada Serentak 2017

Ahok-Djarot Bakal Bawa Masa ke KPU DKI

Wanda Indana    •    Rabu, 21 Sep 2016 11:20 WIB
pilgub dki 2017
Ahok-Djarot Bakal Bawa Masa ke KPU DKI
Ketua KPUD DKI Sumarno. Foto: MTVN/Ilham Wibowo

Metrotvnews.com, Jakarta: Pasangan calon gubenur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat akan membawa massa saat mendaftarkan diri ke KPU DKI. Namun, KPU DKI memastikan hanya membolehkan 40 orang perwakilan untuk mendapingi Ahok-Djarot.
 
Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno mengatakan, pasangan Ahok-Djarot yang diusung empat partai politik berencana datang sekira pukul 13:00 WIB.
 
"Tadi malam tim nya pak Ahok sudah lapor akan datang hari ini sekitar pukul 13.00-14.00 WIB. Akan datang bersama pendukungnya tapi tidak terlalu banyak, sekedar mengantarkan calon saja," kata Sumarno di Gedung KPU DKI, Jalan Salemba Raya, Senen, Jakarta Pusat, Rabu (21/9/2016).
 
Sumarno menjelaskan, massa pendukung Ahok-Djarot tidak diizinkan masuk ke dalam gedung. KPU DKI membatasi masa pendukung yang boleh masuk ke dalam gedung hanya 40 orang.
 
"Para tim intinya nanti maksimal 40 orang bisa naik ke atas untuk menyertai pak Ahok dan pak Djarot melakukan proses pendaftaran. Mereka yang tak bisa naik ke atas kita sediakan tenda, nanti ada kursi dan layar monitor untuk menyaksikan secara live prosesi pendaftaran," ujarnya.
 
Ahok dan Djarot dan pimpinan parpol pengusung wajib membawa semua persyaratan saat melakukan pendaftaran. Ada dua macam syarat, syarat pencalonan untuk parpol pengusung dan syarat calon untuk pasangan calon.
 
Dokumen syarat pencalonan itu adalah surat keputusan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) yang menyatakan persetujuan terhadap calon yang akan diusung dengan ditandatangani Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal. Selain itu, KPU DKI juga meminta surat kesepakatan menyatakan parpol pendukung tidak menarik dukungan paslon yang diusung selama masa proses Pilkada.
 
Sementara itu, untuk syarat calon terdiri dari dokumen formil seperti  Kartu Tanda Penduduk (KTP), ijazah tingkat pendidikan minimal SMA sederajat. Pasangan calon juga harus melampirkan surat dari pengadilan menyatakan yang bersangkutan tidak dalam status terdakwa, tidak dalam keadaan pailit, tidak sedang dicabut hak pilihnya, dan tidak sedang berhutang.


 
Selain itu, pasangan calon yang mendaftar harus menyerahkan laporan pembayaran pajak lima tahun terakhir, surat keterangan tidak menunggak pajak dan menyerahkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Jika pasangan calon berasal dari pegawai negeri sipil atau anggota dewan, maka tidak perlu menyerahkan dokumen tersebut.
 
"Nanti berkas-berkas diserahkan dan kami akan lakukan penelitian berkas itu sampai 29 September. Kemudian hasilnya akan diberitahukan kepada pendaftar apa saja yang kurang," jelas dia.
 
Paslon dan parpol pengusung diberi tenggat waktu sampai 4 Oktober untuk melengkapi syarat calon. Untuk syarat pencalonan, pendaftar diberi batas waktu sampai 23 September.
 
 "KPU akan melakukan penelitian kembali tanggal 5-11 Oktober. Pada 24 Oktober, KPU akan menetapkan calon yang memenuhi syarat," ucap Sumarno.
 
Sumarno menegaskan, pimpinan parpol pengusung tidak dapat diwakilkan saat pendaftaran. Jika berhalangan hadir, maka harus ada surat pernyataan yang bersangkutan tidak bisa hadir di hari pendaftaran dari pejabat terkait.
 
"Tidak boleh, jadi hari ini yang datang dari pimpinan partai politik beserta calonnya juga wajib. Kalau calonnya enggak datang, nanti kita akan suruh kembali lagi dengan menyertakan calonnya," kata Sumarno.
 
Pendaftaran pasangan calon untuk Pilkada serentak 2017 dimulai hari ini. Untuk hari pertama, pendaftaran di KPUD DKI dibuka hingga pukul 16.00 WIB. Sementara di hari terakhir, Jumat 23 September, pendaftaran dibuka hingga pukul 24.00 WIB.
 
Bakal pasangan calon yang mendaftar harus membawa dan menyerahkan dokumen syarat calon dan syarat pencalonan. Juga daftar tim kampanye.




(FZN)

Video /