Jaga Kebangsaan di Pilkada DKI

Erandhi Hutomo Saputra    •    Kamis, 22 Sep 2016 07:53 WIB
pilgub dki 2017
Jaga Kebangsaan di Pilkada DKI
kpujakarta.go.id

Metrotvnews.com, Jakarta: Pilkada DKI Jakarta 2017 diharapkan berjalan demokratis, berkualitas, dan beradab. Pemilihan Gubernur DKI bukan ajang memecah belah masyarakat dengan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), melainkan mengadu gagasan untuk Jakarta yang lebih baik.

Peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes menyebut isu SARA dan kampanye hitam harus dihindari setiap pasangan calon yang bertarung jika ingin memenangi pilkada. Ia menyebut masyarakat Jakarta sudah cerdas, sehingga tidak mudah terjebak isu SARA.

"Isu SARA dan kampanye hitam tidak mendidik dan itu membuktikan kandidat kehilangan kreativitas dalam kampanye. Itu berbahaya bagi kebangsaan kita," kata Arya, Rabu (22/9/2016).

Seharusnya, kata Arya, para kandidat pasangan calon lebih mengedepankan kampanye dengan beradu program, ide, serta gagasan untuk kemajuan Ibu Kota.

Meski demikian, ia khawatir isu SARA masih akan terjadi di masa kampanye mendatang jika Pilkada DKI Jakarta hanya diikuti dua pasangan calon yang tujuannya untuk menjatuhkan pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat.

"Bila dua pasangan calon, potensi penggunaan isu primordial dan SARA terjadi."

Di tempat yang sama, Sekretaris Dewan Nasional Setara Institute Romo Benny Susetyo berpendapat siapa pun calon yang menggunakan isu SARA merupakan musuh bangsa karena tidak sesuai dengan nilai Pancasila.

Sebelumnya, muncul 'Deklarasi Istiqlal' yang dimotori tokoh PAN Amien Rais, yang di dalamnya muncul seruan untuk tidak memilih pemimpin nonmuslim.

Bakal calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan pencalonan dirinya bersama Djarot Saiful Hidayat menjadi pembuktian implementasi keberagaman di Indonesia sesuai nilai-nilai luhur Bhinneka Tunggal Ika.

"Ini bukan bicara soal memenangi Pilkada DKI. Ini untuk menunjukkan bahwa setelah 71 tahun Indonesia merdeka, kita tidak memilih berdasarkan warna kulit," kata Ahok seusai menemui Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh di DPP Partai NasDem, Jakarta, kemarin.

Pasangan Ahok dan Djarot menemui Surya Paloh seusai mendaftarkan pencalonan kepada Komisi Pemilihan Umum Daerah DKI Jakarta. Pendaftaran mereka didampingi Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri dan pengurus partai pengusung: Golkar, NasDem, dan Hanura.

Terkait sosok Ahok dan Djarot, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh berharap Ahok dan Djarot bisa mempertahankan kinerja baik mereka yang dicapai selama ini. "Tentu ada kelebihan dan kekurangan, itu kodrat," katanya. (Media Indonesia)

 


(TRK)

Pilgub DKI Dinilai Rawan Penyalahgunaan Isu SARA

Pilgub DKI Dinilai Rawan Penyalahgunaan Isu SARA

2 hours Ago

Pengamat politik Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti menilai Pilgub DKI rawan terjadi penyala…

BERITA LAINNYA
Video /