Acho akan Klarifikasi Apartemen Green Pramuka Lewat Blog

Deny Irwanto    •    Rabu, 16 Aug 2017 15:15 WIB
pencemaran nama baik
Acho akan Klarifikasi Apartemen Green Pramuka Lewat Blog
Kuasa Hukum Green Pramuka, Muhammad Rizal Siregar (biru) dan Nawawi Bahrudin, selaku kuasa hukum Acho. Foto: MTVN/Deny

Metrotvnews.com, Jakarta: Pihak Apartemen Green Pramuka hari ini mencabut laporan yang ditujukan kepada komedian Muhadkly M.T. alias Acho. Namun, pencabutan berkas tidak akan diiringi dengan penghapusan tulisan Acho yang berisi keluhan.
 
Nawawi Bahrudin, selaku kuasa hukum Acho mengatakan,  usai adanya kesepakatan damai, Acho tidak menghapus isi blog yang berkonten protes terhadap Apartemen Green Pramuka. Namun, Acho akan memberikan hak jawab apartemen pada blog barunya.

Baca: Green Pramuka Resmi Cabut Laporan terhadap Acho

"Untuk membuat perbaikan di blog, maka Acho akan meminta klarifikasi-klarifikasi yang akan diberikan oleh pihak Green Pramuka," kata Nawawi di Gedung Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Rabu 16 Agustus 2017.
 
Nawawi menjelaskan, Acho akan membuat blog klarifikasi tersebut setelah semua proses pencabutan laporan sudah benar-benar selesai.
 
Di sisi lain, kata Nawawi, pihaknya menyampaikan terima kasih kepada pihak Apartemen Green Pramuka atas mediasi yang berujung pada pencabutan laporan tersebut.
 
"Kami mengucapkan terima kasih proses mediasi terjadi. Beberapa poin kesepakatan dinyatakan bahwa Acho memang meminta maaf seandainya di dalam blog-nya itu mengakibatkan penurunan penjualan," jelas Nawawi.

Baca: Acho Berharap Pengelola Green Pramuka Bersikap Adil

Kuasa Hukum Green Pramuka, Muhammad Rizal Siregar, meminta Acho menyampaikan maaf pada blog barunya. Rizal menyebut ada kekeliruan dari blog terdahulu Acho yang berkonten Apartemen Green Pramuka.
 
"Ada empat poin, saudara Acho telah meminta maaf akan mengklarifikasi permohonan maafnya di blog-nya sendiri kemudian disampaikan kepada publik, bahwasanya apa yang dia sampaikan dalam blog-nya adalah kekeliruan yang nyata. Di mana keluhan tersebut, di luar batas undang-undang," kata Rizal.




(FZN)