Wacana Mengubah Pelat Nomor Kendaraan Diumumkan Bulan Depan

Arga sumantri    •    Minggu, 24 Sep 2017 12:32 WIB
lalu lintasplat tnkb
Wacana Mengubah Pelat Nomor Kendaraan Diumumkan Bulan Depan
Direktur Kamsel Korlantas Polri Brigjen Krisnanda Dwi Laksana. (MTVN/Arga Sumantri)

Metrotvnews.com, Jakarta: Korps Lalu Lintas tampaknya serius menggarap wacana mengubah pelat nomor kendaraan. Direktur Kamsel Korlantas Polri Brigjen Krisnanda Dwi Laksana mengatakan, wacana itu bakal diumumkan bulan depan.

"Rencana tengah bulan Oktober (tahun ini) akan di-launching dari Korlantas untuk masalah kodenisasi Polantas di dalam mengimplementasikan tahun keselamatan," kata Krisnanda di Polda Metro Jaya, Minggu 24 September 2017.

Krisnanda menegaskan, wacana mengubah plat menjadi lebih terang bukan hanya kebutuhan pemantauan lewat kamera pengintai (CCTV). Fungsi registrasi dan identifikasi bagi kepolisian, jadi alasan utama wacana kebijakan itu.

"Memberikan jaminan legitimasi keabsahan kepemilikan, keabsahan, asal usul kendaraan," ungkap Krisnanda.

Selain itu, kebijakan mengubah pelat nomor, kata dia, sebagai fungsi kontrol atau penegakan hukum. Kebijakan itu juga bakal jadi bagian forensik kepolisian, serta memberikan pelayanan prima di bidang lalu lintas.

"Jadi bukan parsial pertanyaannya, bukan asal di CCTV, tapi bagaimana aman, selamat, tertib, dan nyaman," lanjutnya.  

Korlantas Polri berencana mengubah warna pelat nomor kendaraan dengan mengunakan dasar yang lebih terang. Kebijakan itu dimaksudkan untuk mendukung kemajuan teknologi lalu lintas seperti penerapan tilang elektronik.

Rencana pengubahan warna pelat nomor kendaraan, karena warna hitam kerap lolos dari tangkapan kamera pengawas atau closed circuit television (CCTV). Selain warna, model dan ukuran pelat nomor sebagai penunjuk identitas kendaraan itu juga akan mengalami pengubahan.

Kepala Korlantas Polri, Irjen Royke Lumowa menyatakan, pelat nomor yang ada saat ini susah ditangkap kamera karena warnanya hitam. Pemilihan warna terang pada pelat nomor kendaraan, disebut Royke lebih dulu diaplikasikan di beberapa negara yang memanfaatkan perkembangan teknologi.



(LDS)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

2 weeks Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA