Warga Depok Ancam Pilih Bergabung ke DKI

Media Indonesia    •    Kamis, 11 Jan 2018 10:10 WIB
pendidikan
Warga Depok Ancam Pilih Bergabung ke DKI
Ilustrasi Kota Depok--MI/Bary Fatahilah

Depok: Ribuan warga di 70 rukun tetangga (RT) di Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, mendesak pembangunan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 23. Mereka mengultimatum akan memilih bergabung ke Provinsi DKI Jakarta jika sekolah tersebut tidak dibangun secepatnya.

"Kami sudah bersepakat untuk menggabungkan diri dengan Provinsi DKI Jakarta jika gedung SMPN 23 tak dibangun secepatnya," ungkap Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kecamatan Cimanggis Jayadi, Rabu, 10 Januari 2018.

Ancaman pemisahan diri warga Kelurahan Harjamukti tersebut sudah dikonsultasikan bersama 70 pengurus RT dan 15 RW di lingkup kelurahan tersebut.

Jayadi mengaku, ultimatum itu sudah dia sampaikan kepada Camat Cimanggis Henri Mahawan. Ultimatum diputuskan karena kekecewaan warga melihat siswa yang harus menumpang belajar di sekolah lain.

Baca: Bangunan SD di Depok Roboh

 
Saat ini ada 80 siswa SMPN 23 yang menumpang belajar di SMPN 11, Kelurahan Sukatani. Proses belajar mengajar tidak kondusif karena harus bergantian memakai ruang kelas.

Apalagi, lokasi SMPN 11 dengan Kelurahan Harjamukti sekitar 2 kilometer. Para siswa SMPN 23 setiap hari pulang malam.

"Karena belajarnya mulai sore hari. Kondisi tersebut sangat memprihatinkan. Hal itulah yang mendasari mereka berencana hengkang," ujar Jayadi.

Camat Cimanggis Henri Mahawan mengakui puluhan siswa SMPN 23 tiap hari pulang ke rumahnya malam hari. "Parahnya lagi, tak tersedianya angkutan umum ke SMPN 11, membuat orang tua siswa jadi waswas, khawatir terjadi tindak kriminal," ucapnya.

Musrembang

Warga menuntut Pemkot Depok bertanggung jawab untuk menyediakan gedung, meubelair, dan peralatan belajar mengajar SMPN 23.

"Kita mengakui dan mengapresiasi, Pemkot Depok telah menyiapkan lahan 6.000 meter persegi untuk pembangunan gedung SMPN 23. Apa artinya lahan seluas itu kalau di atasnya tak juga dibangun gedung sekolah?" ujar Jayadi.

Jayadi berjanji akan menyampaikan tuntutan warga tersebut dalam forum musyawarah perencanaan pembangunan (musrembang) tingkat kota. Rapat tersebut akan dihadiri para pejabat Pemkot Depok, dan DPRD Kota Depok pada 24 Januari 2018.

Musrembang itu sengaja akan digelar di lahan kosong yang direncanakan menjadi lokasi SMPN 23, yakni di Kampung Pondok Ranggon RT 002 RW 06, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis.

"Saya sengaja Musrembang digelar lokasi tersebut. Tujuannya menggambarkan bagaimana warga dan pejabat saling berdiskusi memecahkan masalah dan juga problem di masyarakat sekitar," ujarnya.



(YDH)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA