Komitmen Kapolres Mengubah Wajah Kampung Boncos

Media Indonesia    •    Kamis, 08 Feb 2018 09:59 WIB
narkoba
Komitmen Kapolres Mengubah Wajah Kampung Boncos
Ilustrasi penggerebekan narkoba--MI/Arya Manggala

Jakarta: Menelusuri lorong sempit Gang Ori, Kampung Boncos, Palmerah, Jakara Barat, bak labirin tanpa ujung. Setiap melangkah dua meter, ada lagi gang selebar dua meter.

Rumah-rumah kebanyakan dua lantai, yang sebagian hanya menggunakan bahan tripleks. "Kalau PS (pasien) mau pakai langsung, biasanya dibawa ke lantai dua," kata Johan, 35, warga RW 03 Kampung Boncos, Rabu, 7 Februari 2018.

Kampung Boncos merupakan salah satu wilayah rawan narkoba. Sepanjang 2017 tercatat 64 laporan polisi dengan 84 tersangka.

Menurut sejarahnya, Kampung Boncos berupa tanah lapang bergunduk-gunduk. Pemerintah kolonial Belanda menjadikan lokasi itu pekuburan Tionghoa. Setiap beberapa petak lahan pekuburan dikelola para demang yang ditunjuk pemerintah kolonial.

Lokasi pekuburan Tionghoa bertahan sampai era Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin. Selanjutnya pekuburan dibongkar dan dipindahkan. Berawal dari pembongkaran inilah, Boncos perlahan-lahan menjadi perkampungan padat, yang akhirnya sekarang dikenal sebagai kampung narkoba.

Baca: Polisi Temukan 1600 Jarum Suntik & 20 Gram Sabu di Kampung Boncos

Narkoba menjangkiti hampir semua usia. Media Indonesia menyaksikan langsung di salah satu sudut gang beberapa anak usia belasan tahun mengisap ganja di sebuah bedeng bambu. Semerbak aroma menghampiri setiap orang yang melintas di sana. Namun, tak seorang pun memedulikan apalagi menegur anak-anak tersebut.

Ketidakpedulian warga tersebut disikapi Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat dengan memberikan penyuluhan.

"Selain penindakan, kami kedepankan sisi pencegahan, khususnya bagi anak usia sekolah. Mereka rentan terjerumus akan menggunakan narkoba yang lebih berbahaya," cetus Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Jakarta Barat Ajun Komisaris Besar Suhermanto.

Baru-baru ini pihaknya menyosialisasikan bahaya narkoba kepada 400 siswa MTs Al-Ihsan di Kampung Boncos. Mereka diberi penyuluhan bahaya narkoba dan diajak berpartisipasi memerangi narkoba di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Saat acara berlangsung, warga sekitar yang awalnya mendengar-dengar dari luar pagar, akhirnya tertarik dan ikut masuk ke sekolah mengikuti penyuluhan. Para orangtua menyambut baik sosialisasi bahaya narkoba tersebut.

"Kita sih berharap di sini (Kampung Boncos) bersih peredaran dan pemakaian narkoba," cetus seorang bapak.



Menurut Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi, peredaran narkoba di Kampung Boncos sudah sangat meresahkan. Warga sekitar dituntut aktif ikut memberantas narkoba.

"Penyalahgunaan narkoba di Kampung Boncos sudah merenggut banyak korban. Narkoba mulai masuk tahun 1996, dari ganja, putau, heroin, dan sabu. Warga jangan permisif, harus berperan aktif," imbuhnya.

Kemarin sore, Polres Jakbar kembali menggerebek Kampung Boncos. Tujuh pelaku ditangkap dengan barang bukti 10 klip kecil berisi 64 gram sabu, sejumlah alat isap, dan beberapa senjata tajam.


(YDH)