Dinkes DKI: Lansia Rentan Terserang Gangguan Mental

Siti Yona Hukmana    •    Kamis, 25 Jan 2018 06:43 WIB
kesehatan mental
Dinkes DKI: Lansia Rentan Terserang Gangguan Mental
Kepala Dinas Kesehatan Koesmedi Priharto. Foto: Siti Yona Hukmana/Medcom.id

Jakarta: Orang lanjut usia atau lansia dinilai paling rentan terserang gangguan kejiwaan. Pasalnya, mereka sudah jarang berkomunikasi dan bergaul dengan teman sebayanya.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Koesmedi Priharto mengatakan, lansia banyak terserang ganggungan kejiwaan juga karena kurangnya perhatian. Anak-anak mereka sibuk dengan pekerjaannya sehingga tak jarang berkomunikasi.

"Nah, itu yang membuat lansia rentan terserang gangguan mental," kata Priharto kepada Medcom.id di Kantor Dinas Kesehatan, Jalan Kesehatan, Rabu, 24 Januari 2018.

Menurut dia, permasalahan lansia ini harus segera diatasi. Jika telat, maka akan terbebani dengan pembiayaan. Dinas Kesehatan DKI pun telah membuat posyandu untuk mengakomodasi kebutuhan lansia.

"Untuk posyandu lansia, kita punya rumah lansia yang berada di Ciracas," ungkap Koesmedi. 

Koesmedi berharap mereka bisa berkumpul di rumah lansia tersebut. Para pekerja di rumah lansia pun diharapkan mengerti cara menangani seorang lansia. 

Baca: 2 Juta Warga Jakarta Alami Gangguan Mental

Menurut dia, tak semua lansia enggan bekerja. Contohnya, kata dia, lansia di Singapura. Ia mengatakan, lansia di negara tersebut ada yang masih aktif bekerja meski sudah berusia 70 tahun.

"Artinya supaya badannya itu bergerak, karena makin tidak bergerak makin bermasalah," ucap dia.

Namun, ia menyayangkan para lansia di Indonesia mau bekerja dengan mengharapkan upah. Pihaknya pun coba mengubah kebiasaan buruk itu dengan membuka lapangan kerja bagi para lansia.  

"Kami juga mencoba bagaimana lansia itu bisa bekerja di puskesmas. Mereka bisa di situ, mungkin ikut momong anak kecil atau apa. Seberapa mampu saja supaya mereka bergerak biar ada aktivitas," ungkap Koesmedi.

Sementara itu, Kepala Seksi Penyakit Tidak Menular Dinas Kesehatan DKI Jakarta Wisnu mengatakan, pihaknya telah menyaring para lansia yang ada di Ibu Kota untuk dimasukkan ke rumah lansia. Hal ini dilakukan agar pihaknya mudah mengatasi lansia yang mulai depresi.

"Jika sudah menuju ke gangguan jiwa, pengobatannya akan susah tidak hanya lewat obat. Terapkan pola hidup cerdik, rajin berolahraga, tidak merokok," kata Wisnu.




(AZF)