Larangan Motor di Sudirman, Ojek Sulit Antar Penumpang

Lis Pratiwi    •    Jumat, 11 Aug 2017 15:31 WIB
pembatasan sepeda motor
Larangan Motor di Sudirman, Ojek Sulit Antar Penumpang
Jalur arteri di belakang jalur protokol Sudirman menjadi tempat pangkal ojek - MTVN/Lis Pratiwi,

Metrotvnews.com, Jakarta: Drajat, sudah 10 tahun menjadi ojek pangkalan di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat. Ia biasa menunggu penumpang di jalan arteri antara Mayapada Tower I dan Gedung World Trade Centre. 

Desas-desus larangan sepeda motor sepanjang Jalan Sudirman sudah sampai ke telinga Drajat dan rekannya sesama ojek pangkalan. Rencana ini, diprediksi menurunkan minat pengguna jasa karena rute motor lebih rumit.

"Kalau nggak boleh lewat Sudirman, kita nggak akan bisa lagi antar penumpang ke kawasan Pacific Place. Soalnya harus putar jauh banget sampai ke Mampang," kata Drajat saat berbincang dengan Metrotvnews.com di Jakarta, Jumat 11 Agustus 2017.

Drajat menyebut, selain arah Pacific Place, untuk menuju Jalan MH Thamrin menjadi semakin jauh. Sementara, tujuan lain seperti Cempaka Putih, Gambir, dan Pasar Senen bisa dilalui dengan jalan arteri ke arah Jalan Setiabudi dan Jalan Satrio.

"Bukan jauh lagi, jauh banget itu mah. Nanti kalau kita mau ke Grand Indonesia juga harus lewat Tanah Abang. Kalau sekarang lewat HI (Bundaran Hotel Indonesia) kan masih bisa kita," beber Drajat.

Ia juga merasa kasihan dengan penumpang jika harus menaikkan tarif ojek, padahal waktu tempuh dan penggunaan bensin berbeda jauh. Sontak aturan ini ditakutkan membuat pendapatannya semakin menurun.

"Sekarang saja kita dapat penumpang susah banget karena harus bersaing sama ojek online juga. Hari ini saja saya belum dapat sama sekali. Ditambah motor nggak boleh lewat, makin susah deh," keluh dia. 

Hal senada diungkapkan pengemudi ojek online, Ahmad Fauzi. Menurut dia, kebijakan larangan motor membuat rute yang dilalui pengemudi dari dan menuju Sudirman lebih jauh. Padahal, di aplikasi pengguna rute tersebut masih sama.

"Trayek jadi lebih jauh. Padahal, di aplikasinya kan yang dipilih kadang jalur yang nggak boleh dilalui motor, jadi memutar. Sekarang saja sudah begitu kalau lewat (Jalan) Thamrin," pungkas dia. 
 


(REN)