KPK DKI Garap One Map One Data

Faisal Abdalla    •    Jumat, 05 Jan 2018 13:41 WIB
tim gubernur anies-sandi
KPK DKI Garap <i>One Map One Data</i>
Bambang Widjojanto--MI/Angga Yuniar

Jakarta: Komite Pencegahan Korupsi (KPK) DKI Jakarta tengah menggarap program One Map One Data. Program tersebut mengintegrasikan seluruh data yang dimiliki setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. 

Ketua KPK DKI, Bambang Widjojanto mengatakan data terintegrasi tersebut nantinya bisa dimanfaatkan untuk mendeteksi potensi tindak korupsi sedini mungkin. 

"Saya sudah ketemu dengan DPRD dan Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta. Memang sedang ada proses yang berjalan. Kita akan membuat One Map One Data yang akan mengintegrasikan semua data di SKPD," ujar Bambang di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat, 5 Januari 2017. 

Baca: KPK DKI Anggap Inspektorat sebagai Partner

Bambang mengatakan salah satu yang akan jadi fokus KPK DKI Jakarta adalah di sektor penerimaan daerah. Ia berpendapat pencegahan dan penindakan korupsi selama ini terlalu fokus di sektor pengadaan barang dan jasa, padahal sektor penerimaan daerah, menurut Bambang, juga berpotensi disalahgunakan. 

"Selama ini kita terlalu fokus di sektor pengadaan barang dan jasa, sementara sektor penerimaan daerah tak dipantau. Ini kita harus mulai dorong," tukas Bambang. 



Bambang mengatakan jika program one map one data ini berhasil, maka Pemprov DKI Jakarta bisa memantau semua aset yang dimiliki. 

"Misalnya di Gambir, ada berapa aset yang dimiliki DKI. Apakah aset-aset itu clean and clear. Jangan-jangan dikuasai pihak ketiga. Di negara yang hebat pemberantasan korupsinya itu punya database yang bisa terkonfirmasi satu sama lainnya. Kita ingin membangun sistem yang sistematis seperti itu," ujar Bambang. 

Bambang mengatakan program One Map One Data akan diluncurkan dalam dua minggu ke depan. Meski begitu, program ini tidak akan berhenti di tahap tersebut, tapi database-nya akan terus dikembangkan. 

"Ini kan living document. Akan terus berkembang. Misalnya nanti di-launching dua minggu lagi kita sudah dalam tahap 20 data, nanti akan berkembang jadi 50, 100, dan berkembang terus. Kita juga akan kerja sama dengan tim IT kita," tukas Bambang. 


(YDH)