Penyerangan Kantor Kemendagri tak Direncanakan

Deny Irwanto    •    Kamis, 12 Oct 2017 18:58 WIB
penyerangan kantor kemendagri
Penyerangan Kantor Kemendagri tak Direncanakan
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono. Foto: Antara/Reno Esnir

Metrotvnews.com, Jakarta: Polisi menyebut perusakan kantor Kementerian Dalam Negeri yang dilakukan warga Tolikara, Papua, tidak direncanakan. Mereka kesal permintaannya tidak dijalankan Kemendagri.
 
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, mereka sudah dua bulan di Kementerian Dalam Negeri .
 
"Itu kegiatannya spontan. Mungkin cape juga sudah dua bulan menunggu. Mereka mengaku spontan melakukan pengerusakan dan pelanggaran," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis 12 Oktober 2017.

Baca: Kemendagri Laporkan Insiden Penyerangan dan Perusakan 

Dalam kasus ini, polisi sudah menahan dan menetapkan 11 orang tersangka dari 15 orang terduga pelaku pengerusakan.  Para pelaku dijerat Pasal 170 KUHP dan 406 KUHP tentang Pengeroyokan dan Pengerusakan.
 
"(Perannya) banyak, merusak pot, merusak mobil, kaca dipecah ada juga yang melakukan penganiayaan. Ada semua dan itu ada di situ," jelas Argo.
 
Sebelumnya Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menjelaskan, penyerangan Kantor Kemendagri dilakukan sekelompok orang dari Tolikara, Papua. Mereka sudah diterima Tjahjo dua kali di Kemendagri.

Baca: Penyerang Kemendagri Suruhan Kelompok yang Kalah di Pilkada

"Kelompok mereka sudah dua kali saya terima. Pertama, saya terima di ruang kerja menteri dan semalam saya terima di depan Kantor Kemendagri," ujar Tjahjo dalam keterangan tertulis, Rabu 11 Oktober 2017.
 
Mereka menyerang, kata Tjahjo, lantaran Mendagri menolak mengabulkan permintaan terkait hasil Pilkada yang sudah diputuskan oleh Mahkamah Konstitusi (MK).
 
"Mereka suruhan calon peserta Pilkada yang kalah pilkada dan sudah ada Keputusan MK. Mereka minta saya membatalkan keputusan MK dan melantik calon yang kalah," kata politikus PDI Perjuangan itu.




(FZN)